; charset=UTF-8" /> Curi Kompresor, Rizki Dituntut 18 Bulan di Bui - | ';

| | 70 kali dibaca

Curi Kompresor, Rizki Dituntut 18 Bulan di Bui

Terdakwa M Rizki saat mendengarkan tuntutan.

 

Tanjungpinang, Radar Kepri-Curi mesin air kompresor serta sebuah Hp, M Rizki dituntut 18 bulan penjara oleh JPU Tri Yanuarty Sembiring SH dari Kejari Bintan didepan majelis hakim PN Tanjungpinang, Kamis (25/06).

Terhadap tuntutan ini, Rizki meminta keringan hukuman ini karena menyesali perbuatanya dan belum menikmati hasil pencuriannya serta belum pernah dihukum.”Saya sangat menyesal Yang Mulia.”ucap Rizki pada hakim Copioner SH, ketua majelis hakim.

Dalam dakwaan jaksa diuraikan kasus yang mengantarkan M Rizki ke bui. Bermula Kamis tanggal 05 Maret 2020 sekira jam 18.30 wib, bertempat di Gudang Rumah yang terletak di Kebun Lobam Bestari RT 003 RW 001 Kel/Desa Teluk Lobam Kec. Seri Kuala Lobam Kab. Bintan, “mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, pencurian di waktu malam dalam sebuah rumah”. Perbuatan dilakukan Terdakwa dengan cara sebagai berikut.

Pada hari Kamis Tanggal 05 Maret 2020 sekira pukul 18.30 WIB, terdakwa berangkat dari kebun yang terletak di Kebun 5 untuk membeli minyak solar dan menaruhnya di rumah saksi DALIMUN. Setelah menaruh minyak tersebut terdakwa hendak kembali ke kebun namun diperjalanan terdakwa melihat ada 1 (satu) unit mesin air kompresor merk shark warna orange milik Korban RIYANTO BIN WAKITO di sebuah rumah atau gudang yang terletak di Lobam Bestari RT 003 RW 001 Kel.Teluk Lobam Kec.Seri Kuala Lobam. Kondisi rumah atau gudang tersebut tidak ada pintunya, lalu terdakwa mengambil mesin air kompresor tersebut  beserta selangnya tanpa seizin saksi korban RIYANTO BIN WAKITO, lalu terdakwa letakan di motor YAMAHA MIO warna Biru dengan Nomor Polisi BP 5223 BJ milik Saksi DALIMUN. Lalu Terdakwa menyembunyikan kompresor tersebut di semak-semak tepatnya dibelakang Taman Kota Lobam.
Terdakwa lalu menjual 1 unit mesin air kompresor merk shark warna orange tersebut secara Online di Grup Forum Jual Beli Second Tanjung Uban melalui Akun Facebook milik saksi anak Ahmad Karim Alias Abi Bin Hajeni dan Akun Facebook milik saksi anak Tri Panboi Alias Boi Bin Darwis.

Kemudian korban RIYANTO BIN WAKITO berpura-pura menjadi pembeli dan mengajak untuk bertemu. Kemudian terdakwa diamankan oleh Kepolisian sektor Bintan Utara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bahwa Perbuatan Terdakwa tersebut diatas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 Ayat (1) ke-3 K.U.H.Pidana. Vonis akan dibacakan majelis hakim pada Kamis pekan depan.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Kam 25 Jun 2020. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek