'
| | 292 kali dibaca

Cemburu, Jajat “Pelasah” Ririn Hingga Bonyok

Jajat Sudrajat, penganiaya pacar karena cemburu.

Tanjungpinang, Radar Keprj-Cemburu, Jajat Sudrajat aniaya Ririn, pacarnya hingga korban mengalami luka pada bagian kepala. Akibatnya, Jajat ditahan dan saat ini dititipkan di Rutan Kelas I Tanjungpinang.

Pada persidangan, Senin (20/08) JPU Ramdani SH, sejatinya menghadirkan 3 saksi termasuk korban. Namun Ririn selaku korban tidak hadir karena sudah pulang kampung. Sehingga JPU hanya hadirkan 2 saksi saja, Suparno dan Fadli.

Dalam surat dakwaan jaksa dijelaskan kronologis kasus yang mengantarkan Jajat ke kursi pesakitan PN Tanjungpinang.

Sabtu tanggal 31 Maret 2018 sekira pukul 16.30 Wib bertempat di sebuah jalan atau dalam kebun kelapa sawit yang terletak di Jalan Flamboyan Rt/009 Rw/003 Desa Sebong Pereh Kec. Teluk Sebong Kab. Bintan, dengan sengaja melakukan Penganiayaan dengan direncanakan terlebih dahulu yang berakibat luka berat” terhadap Saksi korban RIRIN DWI ARIANTI Binti TOTOK, Perbuatan tersebut terdakwa lakukan dengan cara-cara antara lain sebagai berikut.

Berawal adanya adu mulut antara terdakwa dan saksi korban RIRIN DWI ARIANTI Binti TOTOK pada hari Sabtu tanggal 31 Maret 2018 sekira pukul 13.00 Wib, kemudian terdakwa pun marah dan kesal atas ucapan yang dilontarkan dari mulut saksi korban, sekira pukul 15.30 Wib terdakwa mengajak dan membonceng korban ke kebun kelapa sawit yang terletak di Jalan Flamboyan Rt/009 Rw/003 Desa Sebong Pereh Kec. Teluk Sebong Kab. Bintan dengan sepeda motornya, lalu pada saat ditempat tersebut saksi korban merasa ketakutan dan langsung turun dari sepeda motor terdakwa dengan cara melompat hingga korban pun terjatuh ke dalam semak atau hutan, selanjutnya terdakwa yang saat itu sedang kesal, sakit hati dan marah langsung melemparkan sebongkah tanah kering ke arah saksi korban sebanyak 1 (satu) kali dan mengenai wajah saksi korban, kemudian terdakwa langsung mencekik leher korban dengan tangan kanannya sambil mendirikan tubuh saksi korban RIRIN DWI ARIANTI, selanjutnya terdakwa langsung memukul kepala saksi korban sebanyak 4 (empat) kali dengan menggunakan helm yang saat itu terdakwa pakai,  karena merasa sakit terus dipukuli kemudian saksi korban pun pergi melarikan diri.
Tujuan terdakwa membawa saksi korban RIRIN DWI ARIANTI ke dalam kebun kelapa sawit tersebut adalah untuk mencari tempat sepi agar tidak diketahui oleh orang lain, karena apabila terdajwa melakukannya di rumah terdakwa, terdakwa takut hal itu diketahui oleh orang lain dan sebelumnya terdakwa pun sudah berencana dan mempersiapkan segela sesuatunya untuk membuat saksi korban menderita rasa sakit, luka dan membuat perasaan saksi korban menjadi tidak enak sehingga perbuatan terdakwa tersebut berakibat luka berat terhadap korban seperti Luka lecet, luka memar dan luka robek pada tubuh korban yang diduga akibat benturan benda tumpul (sesuai kesimpulan pemeriksaan pada surat visum et repertum Nomor : 440 / PKM – TUB / 002, tanggal 05 April 2018 dari UPTD PUSKESMAS TANJUNG UBAN dengan Dokter pemeriksa dr. ATIKA AKBARI).

Perbuatan Terdakwa tersebut diatas, diancam pidana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 353 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Atau kedua Pasal 353 ayat (1) KUHP.

Terhadap keterangan korban yang dibacakan dan keterangan saksi Suparno, terdakwa Jajat menyatakan tidak keberatan.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sen 20 Agu 2018. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek