' '
| | 524 kali dibaca

Berduka, Tim Basket SMANSA Gagal ke Final Yos Cup

Tim basket SMANSA yang gagal melaju ke partai Final Yos Sudarso Cup.

Batam, Radar Kepri-Tm basket Smansa membuktikan ucapannya untuk mengikuti event Yos Sudarso Cup di Batam. Usai menjuarai turnamen Walikota Cup pertama kalinya mengikutsertakan olahraga basket, tim basket SMAN 1 (Smansa) Tanjungpinang. Smansa mengukir sejarah sebagai pemegang juara 1 untuk event Walikota Cup cabang basket.

Hal ini juga disampaikan oleh walikota Tanjungpinang, Lis Darmansah, tahun 2017, cabang olahraga basket, pertama kali dipertandingkan tahun 2017. Sedangkan walikota Cup tahun 2017 sudah memasuki yang ke-2 kalinya diselenggarakan.

Menghadapi event sekelas Yos Sudarso Cup (Yos cup), tim besutan coach Johan ini tidak gentar. Walau tanpa kehadiran sang pelatih, tim yang dikomandoi Dilivio Angelo ini terus melaju membabat lawan-lawannya yang berada satu grup, pool D.

Tim ini merupakan satu-satunya tim basket asal Tanjungpinang yang berlaga dalam kejuaraan Yoscup di Batam. Pertarungan melawan SMA Harapan Utama, dipimpin langsung oleh wasit perbasi kota Batam, Deddy, Costa dan Ademas.

Mulai tanggal 11 Oktober, tim ini sudah berlaga melawan SMA Kartini, dan tim ini berhasil menjegal langkah SMA Kartini dengan skor telak 68-10, lalu lanjut kontra SMA Yos Sudarso, selaku tuan rumah dan kembali unggul dengan torehan skor 42-31.

Babak penyisihan pada grup D masih berlanjut, kembali bertarung melawan SMA Basic Batam lagi-lagi anak-anak binaan coach Johan menang telak dengan skor 58-15. Dan untuk menjadi juara grup, tim ini melibas tim SMAN 14 Batam dengan perolehan poin 61-29.

Dengan hasil ini, tim yang beranggotakan Calvin Agustinason, Gustianus Fernando, Kelvin, Vincent Lee, Dilivio Angeleo, Hermanto, Kevin Jonatan Supraman Tay, Chen Ping Jui, Donny Antony, Eric Cantona, Samuel dan Edward Apriandy berhak masuk semifinal.

Setiap langkah pasti ada target yang dicapai. Meski berharap bisa bertemu SMA Ananda, juara Yoscup 2 tahun lalu. Namun mimpi tersebut harus kandas di babak semifinal.

Kontra SMA Harapan utama Batam, tim ini harus takluk dengan skor 55-46. Namun kendati gagal ke final, tim ini pantas diancungi jempol 10. Bermain sportif adalah salah satu ciri tim pimpinan Dilivio Angeleo ini. Kapten pengemar kentang goreng dan minuman capucino ini tidak melayani permainan grusuh yang ditampilkan SMA Harapan utama.

Bahkan sang kapten, pada quarter 4 didiskualifikasi oleh wasit yang memimpin pertandingan. Sehingga hingga game berakhir sang kapten tak lagi bisa ikut bertanding. Yang diikuti anggota tim lainnya, Calvin Agustinason. Belum lagi Kelvin atau yang akrab disapa Aping harus kembali cedera.

Awal quarter tim smansa menjadi pembuka poin lewat bintang basketnya bernomor punggung 13, Samuel. Dan lagi-lagi Chen Ping Jui memberikan persembahan shot three poin pertama bagi Smansa pada awal laga. Bahkan hingga akhir quarter, total sang Bintang lapangan Smansa Cup ini berhasil menyarangkan 3 shot three poin

Selain Pingping, panggilan akrab Chen Ping Jui, sang Kapten ikut membukukan shot three poin begitu pun dengan Kelvin. 3 bintang basket Smansa ini memang seakan menjadi tiang bernyawa bagi timnya.

Tentu saja persembahan shot poin dari anggota tim lainnya tidak bisa dikesampingkan. Seperti poin yang disumbangkan Samuel, Calvin Agustinason, Gustianus Fernando. Sayangnya, Kevin Jonathan Supraman Tay, hanya turun sebentar lalu kembali duduk dibangku cadangan. Sedangkan dari kubu SMA Harapan utama poin pertama dibukukan oleh Ferdinan, nomor punggung 10.

Si unik kelahiran Singapura itu, seakan tidak siap dengan pertarungan tersebut. Bahkan Smansa sempat memimpin perolehan poin. Namun sayang, poin tersebut terus dikejar oleh tim SMA Harapan Utama, dan quarter 4 SMA Harapan Utama berbalik memimpin poin. selain kasar tim ini juga menang secara fisik dengan tim Smansa.

Rotasi pemain tidak memberi dampak yang berarti bagi tim Smansa. Foul-foul yang terjadi semakin menyudutkan langkah anak-anak binaan coach Johan. Donny Antony pun sempat diturunkan mengantikan Calvin Agustinason. Sementara Vincent Lee, Hermanto dan Edward Apriandy tetap dibangku cadangan.

Walau tanpa kehadiran pendukung, tim Smansa terus berjuang. Pendekar-pendekar basket ini tidak terpengaruh dengan suasana tribun penonton yang mulai dipenuhi pendukung SMA Harapan Utama setelah timnya mulai melewati perolehan poin Smansa.

Harus diakui, dikeluarkannya sang kapten, akibat foul yang sudah 5 kali dinyatakan wasit dilakukan sang kapten, tim ini seakan kehilangan kendali.

Kekalahan disemifinal ini jelas menimbulkan rasa kecewa bagi tim ini. Namun dengan sportif,mereka menjabat lawan dan melakukan salam persahabatan ditengah lapangan. Jangan biarkan duka ini bergayut terus. Perjuangan belum selesai.

Kendati kalah disemifinal, namun tim yang dikaptenin Wu Jia Hau ini masih memiliki kesempatan untuk meraih gelar juara. Tanggal 25/10, tim ini akan berlaga kontra SMA Maitreyawira Batam memperebutkan juara 3. Berjuanglah, putra-putra terbaik, tunjukan kalian adalah tim solid yang tidak mudah menyerah. Kalian adalah pejuang tangguh yang berkelas, bukan tim jago kandang, agar bibir-bibir yang berucap tersebut bisa bungkam dengan sendirinya dengan bukti prestasi yang kalian torehkan.

Ketidakhadiran sang pelatih,sedikit banyaknya memberi pengaruh bagi tim ini, hal ini diakui oleh sang kapten Smansa. Ia juga dengan rendah hati mengungkapkan kemenangan telak yang mereka capai hingga menuju semifinal, adalah lawan-lawan berat yang patut diperhitungkan.

Dilain kesempatan, ketua panitia yoscup, Kevin Ferdinan, mengatakan, Yoscup mereka gelar sekali dalam 2 tahun. Terlebih ajang ini cukup banyak peminatnya. Sehingga dibagi dalam beberapa tingkat. Termasuk untuk tingkat SMP.

Lanjut remaja ramah ini, 2 tahun lalu untuk tingkat SMP dimenangkan oleh SMP Global, sedangkan untuk tingkat SMA dimenangkan oleh SMA Ananda. Sekolah yang cukup disegani dengan kemampuan basketnya.

Saat ditanya soal papan skor yang manual, ketua panitia ini mengungkapkan bisa mempertanggungjawabkannya. “Kami punya bukti. Pertandingan ini juga langsung dipimpin oleh wasit dari Perbasi Batam.”singkatnya.

Kevin juga menambahkan untuk partai final tingkat SMA akan diadakan tanggal 28 sedangkan untuk tingkat SMP akan diadakan tanggal 25.

“Yoscup ini kan termasuk salah satu acara terbesar di Batam, yang banyak peminatnya juga. Maka itu kami menggunakan Perbasi yang terpercaya oleh semua orang. Supaya hasil dari setiap match atau gamenya lebih baik juga,” tutur Kevin.(lanni)

Ditulis Oleh Pada Rab 25 Okt 2017. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek