; charset=UTF-8" /> Zakaria Jual BBM ke Pabrik Es Telah Disetujui Distamben dan Camat - | ';

| | 1,561 kali dibaca

Zakaria Jual BBM ke Pabrik Es Telah Disetujui Distamben dan Camat

Kepala Desa Sabang Mawang, H Zakaria.

Kepala Desa Sabang Mawang, H Zakaria.

Natuna, Radar Kepri- Kepala Desa Sabang Mawang  Zakaria mengklarifikasi sekaligus meluruskan  berita  yang  dimuat radarkepri.com , edisi Senin tanggal (25/05) yang menyatakan dirinya telah menjual sebanyak 10 ton liter BBM solar bersubsidi ke pabrik es milik Cuanto  di Desa Sabang Mawang.

Menurut Zakaria.“Saya tidak pernah menjual BMM solar bersubsidi  sebanyak 10 ton sebagai mana yang telah diberitakan itu. Adapun saya jual  tidak sebanyak itu, hanya  sisa lebih dari masyarakatlah yang saya jual kepabrik sebanyak 3 ton solar permintaan tambahan dari PT Naga Laut, memang kami salurkan  ke pabrik karena  atas kesepakatan dan persetujuan kami masyarakat Desa, Camat dan  Distamben Pemda Kabupaten Natuna.”terang Zakaria.

Karena, lanjut Zakaria, daya listrik untuk penerangan masyarakat Desa Sabang Mawang dari pabrik es itu.”Belum ada mesin dari PLN atau bantuan Perusda dan Desa. Karena pihak pabrik mau membantu penerangan, makanya kami alokasikan 3 ton BBM ke pabrik.”tegas Zakaria saat mendatangi kantor Perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Jalan Pramuka, Ranai Selasa (26/05).

Masih Zakaria.”Yang saya perjuangkan itu ada sekitar 500 orang lebih masyarakat Sabang Mawang,  jangan sampai gara-gara ada masyarakat yang tidak puas, satu atau dua orang yang tidak suka, orang yang  500-nya teraniaya di rugikan. Sebab, hampir semua masyarakat di desa Sabang Mawang dan Desa-desa lain di- Kecamatan Pulau Tiga  bergantung ke pabrik es  tersebut. Karena masyarakat yang dominan bekerja  sebagai nelayan,  pasokan es-nya dari pabrik tersebut. Coba kalau pabrik itu ditutup  karena tidak dapat minyak lagi, siapa yang akan rugi ?. Tentu masyarakat juga.”urai Haji Zakaria.

Terkait harga yang diberitakan Rp 10 ribu perliter.”Itu juga tidak benar, yang benar saya menjual tetap harga Rp 8 500, harga dari DO sebesar Rp 7 500. Karena saya mengambil untung Rp 1000,  makanya saya jual Rp 8 500. Uang yang seribu itupun kami bagi dua untuk upah buruh  Rp500  dan untuk saya Rp 500 rupiah. Wajarkan saya ngambil untung Rp 500 karena saya yang bertanggung jawab terhadap minyak itu.”paparnya.

Untuk minyak tanah, lanjut H Zakaria.”Saya menjualnya Rp 5 liter 175 00 dan 10 liter dengan harga Rp 35  ribu. Jadi, apa yang dikatakan masyarakat saya dalam berita itu juga tidak benar. Persoalan sisa dari kuota itu, minyak itu tidak selalu sesuai dengan kuota, memang diatas kertas minyak tanah itu tercatat 1,5 ton, tetapi yang sampai kepada kita tidak sebanyak itu. Adapun bersisa, itu saya pergunakan untuk warga saya, ada yang pesta dan ada yang kenduri, dari sisa itulah saya ambilkan untuk mereka memasak.”jelas Zakaria lagi.

Masih Kades Zakaria menambahkan.”Satu lagi perlu saya sampaikan, saya bukan dukun, saya belum pernah membunuh orang atau menyakiti orang. Saya dan keluarga saya saja kalau sakit masih dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit. Jadi kalau ada masyarakt yang membilang saya dukun yang ditakuti, itu tidak benar, saya ini sudah haji sedikitnya banyak saya tahu juga dengan hukum  agama. Sekali lagi saya katakan, masyarakat kami selama ini aman-aman saja tidak ada masalah, kok sekarang ada orang yang usil ya”ucap Kades H. Zakaria yang didamping putranya itu.

Sebelumnya Kades Zakaria sempat kecele dan bertemu Herman Otoy yang dikiranya Herman wartawan media online radarkepri.com. Dalam perbincangan tersebut, H Zakaria juga sudah menyampaikan hal serupa, namun bukan ke wartawan media online radarkepri.com.(herman)

Ditulis Oleh Pada Sel 26 Mei 2015. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek