| | 967 kali dibaca

Warga Bukit Senyum Tolak Pendirian Tower

Fisman Gea=

Fisman Gea, tokoh masyarakat Bukit Senyum yang menolak pendirian tower. (foto by taherman, radarkepri.com)

Batam, Radar Kepri-Masyarakat yang berdomisili di kawasan Bukit Senyum, kelurahan Tanah  Longsor, Kecamatan Batu Ampar, Batam, menolak pendirian tower baru ditengah-tengah perkampungan mereka. Penolakan disampaikan pada awak media ini, Jumat (30/08) oleh tokoh masyarakat Bukit Senyun, Fisman Gea, mantan Anggota DPRD kota Batam periode 2004-2009 lalu.

Penolakan warga yang disampaikan melalui Fisman Gea berdasarkan keselamatan warga setempat. Karena tenpat pendirian tower tersebut letaknya dibibir jurang dan kebetulan disekitar tower tersebut banyak rumah penduduk.”Artinya, keberadaan Tower tersebut akan membahayakan masyarakat setempat, bahaya lain yang akan terjadi akibat berdirinya tower, Berupa sambaran petir dikala hujun. Karena tower pemancar ini sangat rawan terkena sambaran petir.”Ujarnya.

Lebih lanjut Fisman mengatakan, tower yang sama pernah berdiri di wilayah Bukit Senyum yakni tower Radio Era Baru. Berkat penolakan warga setempat, akhirnya tower tersebut di bongkar. Ditambah pendapat  Pemko Batam yang menyatakan tower tersebut mengganggu navigasi pernerbangan pesawat udara.”Hal ini, kalau diteruskan tentu akan menemuai hal yang sama dengan Tower Radio Era baru tersebut.”Paparnya.

Manurut Fisman Gea, setelah di cek ijin pendirian Tower tersebut belum ada. Sebagaimana biasanya, kalau mendirian tower, harus ada Izin bangunan (IMB) dari Dinas Tata kota Batam dan Izin Analisa Dampak lingkungan (AMDAL) dari Dinas Badan Analisa Dampak Lingkunangan (Bapelda) kota Batam. Dan ijin dari dinas Komonikasi dan Informasi (Kominfo) kota Batam untuk mendirikan Tower.”Sedangkan izin yang dimiliki, baru surat rekomendasi dari kecamatan Batu Ampar untuk pengurusan ijin. Namun pekerjaan pendirian tower sudah mulai di lakukan, inikan agak aneh saja.”Sebutnya dengan nada heran.

Ditambahkan Fisman Gea.”Saya kuatir, nanti warga disini tidak terima adanya pendirian tower yang belum memiliki izin ini dirusak oleh warga. Lalu masyarakat disini pula yang disalahkan. Karena sejak awal akan mendirikan tower, masyarakat setempat tidak pernah diajak bermusyawarah. Seharusnya pemilik tower harus diajak bermusyarah dulu, karena yang akan merasakan dampak dari akan dari berdirinya tower tersebut tentu masyarakat disini.”ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan Yuliana, ibu setengah baya yangt sangat dekat rumahnya dengan banguan tower tersebut, sekitar 10 meter, mengatakan.”Saya sangat tidak setuju adanya pendirian tower tersebut di depan saya. Karena sangat menbahayakan, terutama di kala hujan sangat rawan disambar petir. Tentu sangat membahayakan keselamatan jiwa kami, jadi apapun alasannya terhadap pendirian tower ini, kami tetap menolaknya.”tegasnya.

Senada dengan Yuliana disampaikan Elias Gafiona masyarakat Bukit senyum lainnya, meminta kepada Pemeko bersikap tegas kepada pengusaha yang mendirikan Tower tersebut. Yang berani mendirikan usaha tower yang belum memiliki ijin yang diperlukan.”Maka dari itu, Kominfo kota Batam diminta untuk menertibkan pendirian Tower yang belum memiliki izin ini.”harapnya.

Awak media ini mencoba melakukan konfirmasi pada pekerja yang sedang mengerjakan tower tersebut.”Tower apa yang di kerjakannya.”tanya media ini. Seorang pekerja menjawab.”Tower pemancar Radio Hang FM.”jawabnya.

Ketika di tanya tentang ujin pendirian tower tersebut, pekerja itu mengatakan.”Kalau ada yang menanyakan tentang ijin pendirian tower ini, lihakan saja surat rekomendasi pengurusan ijin dari kantor Kecamatan Batu Ampar ini.”kata pekerja itumenirukan ucapan sang pemiliknya.

Ditambahkan.”Kami tidak tahu tentang izin, kami hanya pekerja saja pak.”ucap pekerja yang enggan namanya ditulis itu.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Ming 01 Sep 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda