| | 814 kali dibaca

Wapres Hadiri Puncak Peringatan HPN 2015

10376024_10203793151652846_9110301414597473119_n

Puncak peringatan Hari Pers Nasional di Batam, Kepri dihadiri Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Senin (09/02).

Batam, Radar Kepri-Puncak peringatan Hari Pers Nasional 2015 dihadiri Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Hotel Harmoni One, Batam, Senin (09/02). Selain Wakil Presiden, turut hadir Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan, beberapa Menteri Kabinet Indonesia Kerja. Diantaranya Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Menteri Pariwisata Yahya Arief, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, serta 32 Gubernur se-Indonesia.
Dalam sambutannya Wapres, Jusuf Kalla mengatakan pers diharapkan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan berita yang mencerdaskan, tidak memberikan informasi salah yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan yang selama ini masih terjaga.
Lebih lanjut Wapres mengatakan, era pers sekarang berbeda dengan beberapa tahun lalu, dimana informasi yang terjadi hari tidak perlu menunggu besok untuk diketahui publik. Tapi apa yang terjadi hari ini, akan diketahui hari ini juga. Hal itu, tidak terlepas dari kemajuan teknologi internet yang semakin cepat.
Dalam kesempatan itu, Wapres menyampaikan permintaan maaf, karena seharusnya yang hadir Presiden Joko Widodo, dikarenakan masih berada di Philipina dalam rangka kunjungan kerja, maka dirinya yang mewakili.”Kunjungan kerja kepala negara ke luar negeri tidak bisa diwakili, kalau bisa diwakili saya yang akan ke luar negeri, biar bapak Presiden yang hadir disini.”ujar Wapres yang disambut tawa tamu undangan.
Margiono, penanggung jawab Peringatan Hari Pers 2015 mengucapkan terimakasih pada Wapres Jusuf Kalla yang telah hadir mewakili Presiden Jokowi. Margiono yang juga Ketua PWI Pusat mengatakan, pers di Indonesia sekarang ini berkompetisi tidak hanya secara nasional, tetapi secara global.

Hal itu dikarenakan semakin pesatnya teknologi informasi, terutama internet, dimana media tidak hanya berbentuk fisik kertas dan visual, tetapi dalam bentuk portal jejaring internet.
Ketua Dewan Pers, Prof Bagir Manan menilai, dengan banyaknya media yang ada di Indonesia, baik cetak, visual maupun portal, telah banyak mempengaruhi pola pikir masyarakat Indonesia, terutama dalam hal politik dan demokrasi.

Bagir Manan mencontohkan mengenai pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 lalu, dimana saat itu pers memberitakan kejadian tersebut hingga menguras energi masyarakat yang ingin tahu apa yang akan terjadi, siapa yang akan terpilih. Walaupun masyarakat Indonesia saat itu “terpecah belah” dengan menjagokan pilihannya masing-masing, tapi hal itu tidak terjadi ke hal-hal yang dapat memecah belah persatuan bangsa dan negara.(wok)

Ditulis Oleh Pada Sel 10 Feb 2015. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek