' '
| | 1.574 kali dibaca

Tiga Hari Sebelum Membantai Akeng, Tersangka Haiti Pernah Berkelahi

Haiti, Neni dan Akeng

Ahwat alias Haiti, Neni alias Nurbaiti dan Akeng

Tanjungpinang, Radar Kepri-Nurbaiti alias Neni (33) korban pembantaian Ahwat alias Aiti alias Haiti (49) yang terjadi di Jl Tambak pada Minggu (11/08) malam. Hingga hari ini, Senin (12/08) masih trauma dan terbaring lemas di Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Midiyanto, Tanjungpinang. Ibu dua anak ini mengalami 8 jahitan pada kepala bagian kirinya akibat aksi brutal Aiti, kekasih lamanya.

Menurut Neni, dirinya sudah 3 tahun menjalin hubungan dengan Ahwat alias Aiti alias Haiti.”Saya sudah 3 tahun hidup bersama dengan Haiti, tapi sekarang saya sudah tidak mau lagi dengannya. Karena dia suka mabuk. Dan saya sering di ancam.”kata Neni alias Nurbaiti.

Terhadap ancaman Haiti itu, Neni mengaku sudah pernah melapor ke Mapolres Tanjungpinang di kilometer 5 juga di Mapolsek Tanjungpinang Barat, Jl Sunaryo.”Laporan say ditanggapi, Haiti pernah dipanggil dan dimarahi polisi karena sering mengancam saya.”jelas Nurbaiti alias Neni.

Masih menurut Neni alias Nurbaiti, sejak dirinya memutuskan berpisah dengan Haiti.”Saya kerja di Tam Mie dengan gaji Rp 40 ribu per-malam untuk membiayai hidup kedua anak saya.”katanya. Dulunya, Neni bekerja dengan Atin di kedai kopi dalam Akau Potong Lembu.

Sementara Ahwat alias Aiti alias Haiti, pelaku pembantaian itu juga sedang kritis di kamar 4 ruang Dahlia, Rumah Sakit Umum (RSUD) Tanjungpinang. Dia dijaga oleh sanak keluarganya dan dua orang petugas dari Polresta Tanjungpinang.

Ketika awak media akan ingin menjumpai pelaku Aiti alias Haiti untuk konfirmasi, kedua orang petugas melarang awak media ini masuk kekamar pelaku dimana Haiti dirawat.”Maaf mas pelaku belum bisa dikunjungi.”jelas petugas tersebut.

Kemudian awak media ini menghampiri keluarga pelaku yang akrab sapa Aphui, menurut Aphui.”Tiga hari sebelum kejadian pembantaian. Abang saya (Ahwa alias Aiti alias Haiti, red) berkelahi dengan Akeng. Muka abang saya terliha lebam.”kata Aphui.

Ditambahkan Aphui.”Saya tanya kenapa mukanya lebam, abang saya tidak mau mengaku bahwa dia berkelahi dengan Akeng korban yang tewas itu.”Kata Apui.

Masih Aphui.”Tadi malam itu, sekitar dua jam sebelum pembantaian. Abang saya Aiti menelpon ceweknya (Neni) itu. Tapi yang mengangkat telpon cowok (Akeng) itu. Abang saya mungkin emosi dan langsung datang ketempat Akeng. Kebetulan, saat itu Akeng berboncengan dengan Nurbaiti alias Neni. Mungking dia emosi, dan kalap. Maka terjadilah seperti ini.”sesal Aphui.

Aphui sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh abangnya.”Kalau saya bilang, itu (pembantaian,red) tindakan bodoh namanya. Perempuan bukanya satu di dunia ini,asih banyak perempuan yang lain. Masa karena perempuan saja, kita bisa berbuat seperti ini.”sesalnya.

Diceritakan Aphui.”Memang abang saya sudah lama ditinggal anak dan istrinya, karena bertengkar setiap hari. Mungkin karena istrinya tak tahan, mereka cerai, istri abang saya beserta 6 orang anaknya pergi ke Batam. Sejak ditinggal istrinya itu, abang saya setiap hari kerjanya asyik mabuk saja.”Jelas Apui.

Informasi yang dihimpun Radar Kepri dilapangan, Ahwat alias Aiti alias Haiti dikenal memiliki karakter agak pendiam. Setelah selesai berjualan Lou Me (sate mie) di pusat jajan kuliner Akau Potong Lembu, Tanjungpinang. Aiti alias Haiti selalu mengkonsumsi minuman ber-alkohol. Hampir setiap malam selalu membawa Beer dalam kantong plastic dan duduk sendirian sambil menenggak minum. Tapi dia tidak pernah rusuh dan membuat onar meskipun banyak meminum bir. Terkadang, selesai minum bir, Aiti sering tertidur di meja Akau Potong Lembu karena mabuk berat.(aliasar)

Ditulis Oleh Pada Sen 12 Agu 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda