| | 4.077 kali dibaca

Sales Dan Supervisor PT Home Kredit Indonesia Disidangkan

Ryan dan Harry saat mendengarkan kesaksian Tedy.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Dua terdakwa penggelapan uang PT Home Kredit Indonesia Ryan Perdana Saputra (sales) dan Harry Saputra (supevisor) mengakui uang digelapkannya senilai Rp 600 juta lebih dipergunakan untuk kepentingan pribadi termasuk kredit mobil.

Pengakuan disampaikan saat jaksa Destia menghadirkan Tedy sebagai saksi didepan majelis hakim PN Tanjungpinang, Selasa (28/05).”Tapi jumlah uangnya tidak sebanyak itu. Hanya Rp 150 juta saja, yang itu bunganya.”ucap Harry membantah keterangan Tedy.

Menjawab pertanyaan hakim modus dan terungkapnya kasus ini, Tedy mengatakatan.”Mereka membuat nasabah atau pelanggan fiktif. Sebelum terbongkar, mereka menutup dengan sistem gali lobang tutup lobang.”terangnya.

Kemudian mengenai terungkapnya aksi Ryan dan Harry ini, menurut Tedy.”Kami dari Batam melakukan supervisi dan audit sehingga akhirnya mereka berdua mengakui telah membobol keuangan perusahaan dengan modua tersebut diatas.”urainya.

Dalam surat dakwaan diterangkan, terdakwa RYAN PERDANA SAPUTRA selaku Karyawan (sales/Agen Yunior) PT. Home Credit Indonesia yang bergerak dibidang Pembiayaan Multiguna, terdakwa dengan jabatan sebagai Sales Agent mempunyai tugas dan tanggung jawab membantu customer / Konsumen yang ingin melakukan kredit barang-barang elektronik, kendaraan bermotor dan sebagainya dibawah pengawasan Supervisor yaitu Saudara HARRY SYAHPUTRA (terdakwa dalam berkas terpisah).

Kedua digaji sesuai ketentuan Perjanjian Keagenan Perorangan adalah nominal kotor perbulan tergantung pada pemenuhan kewajiban-kewajiban agen Yunior berdasarkan Perjanjian ditambah bonus pencapauan target (kontrak aktif) yang ditetapkan HCID adalah rentang Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) sampai dengan Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah).

Sejak bulan April 2018 hingga bulan Januari 2019, atau setidak-tidaknya pada waktu-waktu tertentu yang termasuk dalam bulan April tahun 2018 sampai bulan Januari 2019 atau setidak – tidaknya pada waktu lainnya yang masih dalam rentang waktu tahun 2018 sampai dengan tahun 2019, bertempat di Toko Seven Hoky yang terletak di Jl. Merdeka Lr. Wisata No. 15 C Tanjungpinang milik saksi BODI PUTRA, kemudian Toko standard computer yang terletak di Jalan Brigjen Katamso No. 4 Kota Tanjungpinang milik saksi WILLEN LIE, dan Toko PT. EXELINDO BINTAN SEJAHTERA yang beralamat di Jl. Brigjen Katamso No. 11 dan 12 Kel. Tanjung Unggat Kec. Bukit Bestari Kota Tanjungpinang milik saksi ANDIKA HENDRAWAN dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang.

Dalam surat dakwaan jaksa juga disebutkan, ada sekitar 28 pelanggan yang fiktif dengan nilai bervariasi hingga kerugian mencapai Rp 600 juta lebih.

Jaksa menjerar Ryan dan Hary melanggar pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Atau kedua, pasal 374 KUH Pidana.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sel 28 Mei 2019. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

3 Comments for “Sales Dan Supervisor PT Home Kredit Indonesia Disidangkan”

  1. mau tanya agan” semua teman saya meminjam data saya dengan meminjam uang multiguna sebesar 16.900.000 dan sudah masuk cicilan 12 ansuran sisanya 19 kali lagi,sudah telat 5 bulan. dan sekarang harus di lunasi sebesar 22.492.000 teman yang saya maksud sekarang dia kabur gak mau bayar meskipun saya tagih gak ada sisi baiknya. posisi saya sekarang terjepit waswas, hawatir, saya di gugat soal hukum/di bawa ke kantor polisi. apa yg harus saya lakukan karena jika saya harus bayar segitu saya gak punya apalagi itu sepenuhnya bukan kesalahan saya. bagaimna solusinya sehingga saya bisa menutupnya tapi tidak sebanyak 22.492.000 saya hanya punya setengah dari itu tapi saya mau data” saya di hci bisa di tutup dan tak ada tunggakan atau tagihan di kemudian hari. mohon solusinya atau bisa kirim email di untuk saran dan infonya di tunggu

  2. Saya coba menjawab pertanyaan Bahra.
    Untuk kesalahan bukan sepenuhnya Bahra mungkin sulit diterima bila tidak ada unsur keterlibatan karyawan HCI. Saat melakukan pinjaman semua berkas pastinya milik Bahra (disini sudah ada upaya melawan hukum dengan memanipulasi informasi mengenai data). Indikasi praktek seperti ini biasanya Bahra mendapat keuntungan dari dipinjam namanya oleh orang lain. Pihak pembiayaan akan menolak bila pengajuan kredit untuk orang lain.Kemudian sekarang untuk legal formal hukumnya karena kontrak perjanjian atas nama Bahra, maka Bahra 100% bertanggung jawab dengan baik dan buruk uang yang dipinjamkan. HCI tidak memiliki hak untuk melakukan apapun upaya kepada teman Bahra karena tidak terbukti dalam berkas kontrak. Solusi Bahra tetap bertanggung jawab penuh dihadapan HCI dan Teman Bahra bertanggung jawab kepada Bahra. Bahra bisa meminta pertanggungjawaban temannya dengan cara kekeluargaan ataupun hukum.

  3. Klo dari saya solusinya cm 2 yaitu
    1. Cari teman anda yg memakai pinjaman uang ini,paksa dia untuk bayar, terserah dr mana dia dapat uang sebesar itu.
    2. Anda yg harus bayar lunas pinjaman tersebut, karena secara hukum perdata, anda lah kreditur yg terdata di BI Chekking.
    Dan klo pun sdh lunas termasuk tunggakannya, nama anda tdk akan bisa lgsng bersih di BI Chekking.

    Thanx

Komentar Anda

Radar Kepri Indek