| | 203 kali dibaca

Perbaiki Jalan di Hutan Lindung, Honorer Pemkab Bintan Disidangkan

Eko Subiantoro saat disidangkan di PN Tanjungpinang.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Memperbaiki jalan dilahan Hutan Lindung, honorer pajak retribusi Eko Subiantoro disidangkan di PN Tanjungpinang, Senin (15/04).

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Okky Fathoni Nugraha, SH dari Kejari Bintan dijelaskan kronologis yang mengantarkan Eko Subiantoro dan Ending Sarifudin ke pengadilan.

Terdakwa Eko Subiantoro bersamadengan Ending Sarifudin (dilakukan penuntutan terpisah) dan SYAMSURI (DPO)  pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2018 sekira pukul 09.00 WIB bertempat di jalan Kapas atau yang telah dirubah namanya menjadi jalan Datuk Laksmana Kampung Sei Jeram Desa Lancang Kuning Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau, pada 25 (dua puluh lima) titik koordinat yaitu : 104°16’31.143″E  1°5’45.008″N, 104°16’22.07″E  1°5’38.974″N, 104°16’16.932″E  1°5’44.143″N, 104°16’17.017″E  1°5’45.694″N, 104°16’6.316″E  1°5’47.846″N, 104°16’29.001″E  1°5’53.452″N, 104°16’29.771″E  1°5’53.711″N, 104°16’29.172″E  1°5’53.625″N, 104°16’38.673″E  1°5’56.643″N, 104°16’38.759″E  1°5’56.557″N, 104°16’38.93″E  1°5’59.573″N, 104°16’42.269″E  1°5’58.281″N, 104°16’29.77″E  1°6’1.555″N, 104°16’28.086″E  1°6’0.389″N, 104°16’17.121″E  1°5’54.958″N, 104°16’17.585″E  1°5’48.96″N, 104°16’5.699″E  1°6’4.192″N, 104°16’2.242″E  1°6’6.001″N, 104°16’8.235″E  1°6’4.451″N, 104°16’11.167″E  1°6’2.933″N, 104°16’11.298″E  1°6’2.892″N, 104°16’13.352″E  1°6’5.823″N, 104°16’14.807″E  1°6’5.564″N, 104°16’13.608″E  1°6’6.857″N dan 104°16’15.92″E  1°6’5.392″N, yang termasuk dalam Kawasan Hutan lindung pada Provinsi Kepulauan Riau melakukan tindak pidana “secara bersama-sama dengan sengaja Melakukan kegiatan perkebunan tanpa izin Menteri di dalam kawasan hutan.

Bermula Bulan Juli tahun 2018, SAKSI EDING SARIFUDIN datang ke kebun milik TERDAKWA EKO SUBIANTORO di Kampung Jago Kelurahan Tanjung Uban Utara Kabupaten Bintan, kemudian TERDAKWA EKO SUBIANTORO menyampaikan kepada SAKSI EDING SARIFUDIN bahwa TERDAKWA EKO SUBIANTORO berencana membersihkan atau meratakan jalan di lokasi Hutan Lindung yang terletak di jalan Kapas atau yang telah dirubah namanya menjadi jalan Datuk Laksmana Kampung Sei Jeram Desa Lancang Kuning Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau, di tempat SAKSI EDING SARIFUDIN menggarap dan melakukan perkebunan.

Satu minggu kemudian TERDAKWA EKO SUBIANTORO datang kerumah SAKSI EDING SARIFUDIN yang terletak di Kampung Bukit Senyum Desa Lancang Kuning Kec. Bintan Utara Kab. Bintan, pada saat itu TERDAKWA EKO SUBIANTORO kembali  membahas dan menawarkan kepada SAKSI EDING SARIFUDIN untuk Meratakan dan membersihkan jalan di lokasi Hutan Lindung yang terletak di di jalan Kapas atau yang telah dirubah namanya menjadi jalan Datuk Laksmana Kampung Sei Jeram Desa Lancang Kuning Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan tersebut.

Beberapa Hari Kemudian masih di bulan Juli tahun 2018, SAKSI EDING SARIFUDIN datang kerumah TERDAKWA EKO SUBIANTORO lalu TERDAKWA EKO SUBIANTORO kembali memberitahukan dan menawarkan untuk meratakan dan membersihkan jalan di Hutan lindung tersebut, dan SAKSI EDING SARIFUDIN menyetujuinya, lalu TERDAKWA EKO SUBIANTORO memberitahukan bahwa TERDAKWA EKO SUBIANTORO sudah menanyakan harga Penyewaan alat berat yang mana harga penyewaan alat berat berupa Loader tersebut seharga Rp 400.000,- (empat ratus ribu rupiah) Per jamnya.

Selanjutnya beberapa Hari Kemudian masih di bulan Juli tahun 2018, saat SAKSI EDING SARIFUDIN bekerja di kebunnya, TERDAKWA EKO SUBIANTORO mampir ke tempat SAKSI EDING SARIFUDIN bekerja, lalu TERDAKWA EKO SUBIANTORO memberitahukan jika dalam beberapa hari cuaca panas maka TERDAKWA EKO SUBIANTORO akan membawa alat berat berupa Loader ke lokasi Hutan Lindung yang terletak di jalan Kapas atau yang telah dirubah namanya menjadi jalan Datuk Laksmana Kampung Sei Jeram Desa Lancang Kuning Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan tersebut.

Selanjutnya beberapa Hari Kemudian masih di bulan Juli tahun 2018, TERDAKWA EKO SUBIANTORO datang ke rumah SAKSI EDING SARIFUDIN yang mana saat itu juga ada SYAMSURI (DPO), lalu TERDAKWA EKO SUBIANTORO membahas pembayaran penyewaan alat berat dan TERDAKWA EKO SUBIANTORO menyuruh SAKSI EDING SARIFUDIN untuk menanyakan kepada masyarakat yang berkebun di lokasi tersebut setuju apa tidak untuk pembayaran penyewaan alat berat secara patungan, kemudian SAKSI EDING SARIFUDIN meminta persetujuan kepada SAKSI SUYATNO, SAKSI SADIN, SAKSI KUSMANTO, SAKSI SRI HARTATI, SAKSI MIDIN HAMID AKLIS als MIDIN, SAKSI PUGUH dan SAKSI BUANG.

Sabtu tanggal 21 Juli 2018 sekira jam 09.00 WIB TERDAKWA EKO SUBIANTORO yang sebelumnya telah menyewa dari SAKSI HANSEN berupa 1 (satu) Unit alat berat (Loader) merk CATTERPILAR seri 950 F warna kuning dan dengan Operator SAKSI MARDIONO, membawa alat berat tersebut ke lokasi Hutan Lindung di jalan Kapas atau yang telah dirubah namanya menjadi jalan Datuk Laksmana Kampung Sei Jeram Desa Lancang Kuning Kecamatan Bintan.

Selanjutnya SAKSI MARDIONO selaku operator alat berat dengan menggunakan 1 (satu) Unit alat berat (Loader) merk CATTERPILAR seri 950 F warna kuning dengan diarahkan dan diawasi oleh TERDAKWA EKO SUBIANTORO, SAKSI EDING SARIFUDIN dan SYAMSURI (DPO) melakukan pembuatan jalan baru, pelebaran dan perluasan jalan lama yang mengarah ke lokasi kebun dan/ atau hutan dengan cara meratakan tanah dan/ atau permukaan tanah yang berlubang dan/ atau bidang tanah yang lebih tinggi yang di atasnya ada hidup tanaman berbagai jenis kayu hutan dan semak belukar sehingga terpotong atau tercabut dari akarnya, di jalan Kapas atau yang telah dirubah namanya menjadi jalan Datuk Laksmana Kampung Sei Jeram Desa Lancang Kuning Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau selama 5 (lima) hari dari tanggal 21 Juli 2018 sampai dengan 25 Juli 2018 dengan jam kerja dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB dengan waktu istirahat pukul 12.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB.

Perbuatan terdakwa melanggar ketentuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 92 ayat (1) huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Atau kedua, Perbuatan terdakwa melanggar ketentuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 92 ayat (1) huruf b Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Atau ketiga,

Perbuatan terdakwa melanggar ketentuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 94 ayat (1) huruf b Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sen 15 Apr 2019. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek