' '
| | 1.422 kali dibaca

Nyanyian Tuyul Jebloskan Ayong ke Penjara

Hendra Yanto alas Ayong terdakwa pemilik sabu-sabu mengaku kurang lancar berbahasa Indonesia.

Hendra Yanto alas Ayong terdakwa pemilik sabu-sabu mengaku kurang lancar berbahasa Indonesia.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Terdakwa Hendra Yanto alias Ayong (34) mengaku tidak begitu fasih berbahasa Indonesia, ketika majelis hakim PN Tanjungpinang menanyakan apakah dirinya mengerti dan paham atas surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haryo Nugroho SH, Rabu (22/04).

Ayong dihadirkan ke persidangan karena didakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I.

Berdasarkan surat dakwaan jaksa dengan nomor 55/TG-PIN/04/2015 dijelaskan kronologis Ayong hingga dijebloskan ke penjara dan akhirnya disidangkan di PN Tanjungpinang. Pada Rabu 28 Januari 2014 sekitar pukul 02 30 Wib, Suherman alias Tuyul bin Samsuri (displit) ditangkap Ditresnarkoba Polda Kepri didalam kamar 307 hotel Polaris, Batam karena kepemilikan Sabu-Sabu (SS).

Suherman kemudian “bernyanyi”  dengan mengaku pernah memesan Sabu-Sabu dari Hendra Yanto alias Ayong.”Untuk melakukan pemancingang, saksi Suherman kemudian diminta memesan Sabu-Sabu senilai Rp 200 ribu dari terdakwa Ayong.”tulis jaksa dalam surat dakwaannya.

Pancingan mengena, Suherman diminta menemui Ayong di rumah Jaya yang berada di RT 003 RW 004 Kelurahan Kampung Rampai, Kecamatan Tanjung Uban Kota, Bintan.  Kemudian Rabu 28 Januari 2014 sekitar pukul 10 00 Wib, empat anggota Ditresnarkoba Polda Kepri menangkap Ayong bersama bersama barang bukti (BB) berupa 1 paket Sabu-Sabu dalam plastik bening yang disembunyikan Ayong di atas gantungan baju.

Ayong mengakui Sabu-Sabu itu miliknya yang dibelinya dari Dino (DPO) dirumah Rio (DPO) yang dibelinya secara patungan bersama Gatot sebanyak setengah zak (5 gram) senilai Rp 3 juta. Kemudian Sabu-Sabu tersebut dipecah menjadi 8 paket, untuk diberikan pada Rio dan Gatot. Sedangkan sisanya dipakai Ayong bersama teman-temannya, yaitu Rio, Gatot, Palen, Bobi, Yan Loder, Dedi, Pendi, Ardi Sedot, Deni Bongkeg dan Dik (DPO).

Dari hasil penangkapan ini, dilakukan pengembangan di rumah terdakwa Ayong, di Pasar Baru, Gudang Karya, Gang Cendana, Tanjung Uban. Pada saat penggeledahan, polisi menemukan timbangan digital merek QHQ warna hitam, beberapa plastic bening serta 1 salat hisap (bong).

Atas perbuatannya, Ayong dijerat, primer, melanggar pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Subsidair pasal  112 ayat (1) UU yang sama atau, kedua pasal  127 ayat (1) huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Persidangan dilanjutkan Rabu (29/04) untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi yang akan dihadirkan jaksa.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Rab 22 Apr 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda