; charset=UTF-8" /> Kasus CV Prima Belum Tuntas, Oknum Jaksa Sudah “Jual” BB Sita Jaminan - | ';

| | 1,425 kali dibaca

Kasus CV Prima Belum Tuntas, Oknum Jaksa Sudah “Jual” BB Sita Jaminan

ini Istri Pembeliru, yang masih dalam sangketa, Fak Nangkia sewaktu dijumpai anggota polres Barelang dirumahnya. yang menyakan =

inilah istri pembeli rumah yang masih dalam sangketa, Fak Nangkia sewaktu dijumpai anggota Polres Barelang dirumahnya.

Batam,Radar Kepri-Ulah “nakal” oknum di Kejaksaan Negeri Batam kembali mencuat. Kali ini, seorang oknun jaksa berinisial LMN menganjurkan menjual barang bukti (BB) berupa rumah yang sedang berpekara. Oknum jaksa itu, berdalih rumah yang dijual itu tidak masuk dalam barang bukti, namun mengakui menyita surat peta rumah yang tidak bernilai.

Padahal surat peta rumah itu tidak bernilai jual dibanding rumah dan tanah yang di jual, sehingga akan berdampak penyitaan terhadap pihak yang memenangkan perkara hanya akan mendapat surat. Tanpa memiliki hak untuk atas rumah dan tanah tersebut, gugartan sia-sia. Inikah akal-akalan mafia hukum ?.

Mencuatnya oknum jaksa menganjurkan penjualan rumah dan tanah bermasalah itu bermula kasus gugatan perdata yang diajukan Komisaris CV Prima pada Direkturnya Hoi Fak Alias Petrik Pengestu ke Pengadilan Negeri Batam. Dimana, saat ini perkara sedang bergulir ke Pengadilan Tinggi Riau.

Namun, belum lagi kasus gugatan perdata ini incrah (berkekuatan hukum tetap). Mencuat kasus baru berupa penjualan barang sitaan oleh direktur CV Prima di Penuin Permai Blok J nomor 11, Baloi.

Hal ini terungkap sewaktu petugas kepolisian Polresta Barelang menanggapi laporan pengunggat Taw Kining alias Kining komisiris CV Prima, Selasa (23/07) lalu. Sebelumnya, Polisi telah melayangkan surat panggil terhadap pemilik yang membeli rumah tersebut, namun tidak ditanggapi oleh pemilik rumah.

Akhirnya, polisi turun langsung ke lokasi rumah yang terletak di perumahan Penuin tersebut. Pada saat itu, pihak ke polisian minta pihak yang membeli rumah tersebut menjelaskan perihal pembelian rumah itu. Dan menanyakan pada pemilik rumah tersebut, apakah mereka tidak tahu kalau rumah yang dibeli tersebut sedang bersengketa dan dalam proses hukum di Pengadilan Negeri Batam. Ibu rumah tangga yang mengaku istri dari pemilik rumah mengatakan, tidak menanggapi surat panggilan dari kepolisan tersebut. Karena, nama yang ada didalam surat tersebut bukan nama pemilik rumah maupun istri dari pemilik rumah.”Surat yang masuk tersebut atas nama Harsono. Sementara pemilik rumah tersebut bernama Fak Nang Kia, makanya kami tidak memenuhi panggilan polisi tersebut.”ujarnya.

Sementara itu terkait pembelian rumah tersebut, ibu setengah baya tersebut menyebutkan.”Kami beli rumah dari Hoi Fak alias Pekrik Pengestu, mereka menjelaskan kepada kami rumah tersebut memang dalam sengketa. Namun ia mengatakan rumah ini sudah dimenangkan (perkaranya, red) oleh Hoi Fak alias  Petrik Pengestu dan diyakinkan oleh seorang Jaksa yang bernama LMN.”jelasnya.

Oknum jaksa yang ber-inisal LMN di komfirmasi awak media ini, terkait adanya barang sita jamin di Kejaksaan Negeri Batam yang dijualnya, menjawab.”Rumah itu bukan termasuk barang sitaan, yang disita hanya surat peta lokasi rumah.”jawabnya singkat tanpa menjelaskan untuk apa peta lokasi rumah yang tak bernilai itu di sita.Tapi, rumah dan tanah yang bernilai tidak di sita jamin.

Hal senada di ungkapkan Kasipidumn Kejaksaan Negeri Batam, Armen Wijaya SH yang dikonfirmasi awak media ini diruang kerjanya.”Yang di jual oleh pihak yang sedang bersengketa, bukan termasuk barang yang disita oleh Kejaksaan Negeri Batam.”jelasnya.

Ini tentu saja aneh, surat peta lokasi rumah di sita, tapi tanah dan bangunan yang juga milik Hoi Fak diatas tanah itu tidak disita. Apa gunanya surat peta lokasi rumah itu, ada motif apa hingga rumah dan tanah itu tidak ikut diajukan sebagai barang sitaan oleh Kejaksaan Negeri Batam ?.

Hoi Fak alias Petrik Pangestu yang disebut-sebut telah menjual rumah dalam sita jaminan Kejasaan Negeri Batam tersebut, di konfirmasi awak media ini sampai berita ini diturunkan belum ada jawabannya. (taherman)

Ditulis Oleh Pada Sab 27 Jul 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek