' '
| | 810 kali dibaca

Kader dan Simpatisan PDI-P Kecewa Tak Bisa Masuk Arena Kongres

Spanduk darigerakan penyelamat partai yang meminta ganyang opurtunis dari struktur partai.

Spanduk dari kelompok yang menamakan gerakan penyelamat partai berisi ganyang opurtunis dari struktur partai, Kamis (09/10) di Kongres IV PDI-P di Bali.

Bali, Radar Kepri-Hingga pukul 21 00 Wib, Kongres IV PDI-P di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali masih berlangsung dan telah memasuki tahap simulasi guna usulan penyusunan pengurus DPP PDI-P. Dalam rapat, mencuat kabar akan adanya perubahan AD/ART partai guna menampung usulan 34 DPD PDI-P se-Indonesia sesuai dengan dinamika politik terkini.

Sebelumnya, usai Megawati Seokarnoputri dikukuhkan sebagai ketua umum PDI-P periode 2015-2020. Joko Widodo, petugas partai yang saat ini menjabat Presiden RI, menggelar pertemuan tertutup dengan 34 DPD PDI-P se-Indonesia, menghasilkan komitmen tentang koordinasi dan sinergi antara program partai, legislatif dan eksekutif.

Pantauan radarkepri.com dilapangan, suasana Kongres IV PDI-P kali sangat berbeda dengan kongres sebelumnya. Dimana, pada kongres sebelumnya, simpatisan dan kader dapat melihat langsung suasana kongres meskipun berada di luar rapat. Pada kongres sebelum, simpatisan dan kader masih bisa melihat dan mendengarkan langsung pidato politik ketum PDI-P.

Simpatisan dan kader PDI-P dari berbagai daerah hanya bisa terduduk lapangan samping gerbang Inna Grand Beach, Bali karena dilarang masuk arena Kongres I V PDI-P., Kamis (09/04).

Simpatisan dan kader PDI-P dari berbagai daerah hanya bisa terduduk di lapangan samping gerbang Inna Grand Beach, Bali karena dilarang masuk arena Kongres I V PDI-P., Kamis (09/04).

Namun pada kongres IV ini, pengamanan berlebihan membuat ribuan kader dan simpatisan dihadang di gerbang masuk hotel Inna Grand Bali.”Kami kader dan simpatisan tulen. Untuk sampai kesini, kami menempuh perjalanan 36 jam, tapi kenapa kami dilarang bertemua ketua umum kami. Ada apa ini ?”geram seorang simpatisan asal Papua ketika adu argumen dengan Satgas dan pecalang serta pihak keamanan yang menjaga gerbang masuk.

Pecalang dan Satgas DPD PDI-Jatim yang ditugaskan DPP PDI-P menjelaskan.”Ini intruksi dari DPP pak, kami hanya menjalankan tugas. Tolong dimengerti. Kalau bapak dan ibu menanyakan kenapa dilarang masuk, silahkan tanya langsung ke ibu ketua umum.”sebut seorang Satgas DPD Jatim tersebut.

Tidak puas dengan jawaban tersebut, seorang kader dari Sibolga, Sumatera Utara, menambahkan.”Kita ini keluarga besar, tidak mungkin kami bikin rusuh dan merusak citra partai. Tapi kenapa kami dilarang masuk ?”tanya kader tersebut dengan nada tinggi. Satgas, Pecalang, Polisi serta TNI yang disiagakan kembali menjelaskan.”Kami hanya mengikuti perintah DPP PDI-P pak. Mengenai dilibatkannya TNI dan Polri, karena itu merupakan standar pengamanan untuk RI-1.”jawab Satgas lainnya.

Bukan hanya kader dan simpatisan dari Indonesia Timur (Papua) dan Indonesia Barat (Sibolga) yang terganjal masuk ke arena Kongres IV PDI-P akibat kebijakan yang “katanya” dari DPP PDI-P tersebut. Simpatisan dan kader dari Indonesia Tengan, Sulawesi Utara (Sulut) juga terhalang masuk karena tidak mengantongi ID Card yang diterbitkan panitia pelaksana kongres.”Saya memang terlambat sampai disini dan belum mendapat ID Card yang diterbitkan panitia. Saya baru tadi jam 10 00 Wita sampai, tapi masa tak bisa bisa mauk”ujar seorang pengurus DPD Sulut yang mengaku peninjau dalam Kongres IV PDI-P tersebut.

Hingga berita ini dimuat, belum diketahui penyebab panitia Kongres IV dan DPP PDI-P melarang kader dan simpatisan PDI-P se-Indonesia memasuki, setidaknya mencapai ring II arena kongres.”Mungkin saja ini strategi dari opotunis politik yang diduga menyusup dalam panitia maupun DPP, sehingga muncul ide melarang simpatisan dan kader mendekati arena kongres.”duga seorang kader dari Nias, Sumut ketika dijumpai radarkepri.com gerbang masuk Inna Grand Beach, Kamis (09/04) siang.

Meskipun kecewa, namun ribuan kader dan simpatisan PDI-P se-Indonesia yang meramaikan acara Kongres IV PDI-P ini, sekitar pukul 14 00 Wita membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke tempat penginapannya masing-masing.(red)

Ditulis Oleh Pada Kam 09 Apr 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda