; charset=UTF-8" /> Jadi Pengedar Narkoba, Pegawai Depkumham Disidangkan - | ';

| | 1,627 kali dibaca

Jadi Pengedar Narkoba, Pegawai Depkumham Disidangkan

Inilah lima terdakwa sindikat pengedar narkoba di Lapas Narkotika kelas II A Tanjungpinang (mengenakan rompi tahanan Kejaksaan) ketika disidangkan di PN Tanjungpinang, Selasa (04/08).

Inilah lima terdakwa sindikat pengedar narkoba di Lapas Narkotika kelas II A Tanjungpinang (mengenakan rompi tahanan Kejaksaan) ketika disidangkan di PN Tanjungpinang, Selasa (04/08).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Yarismanto (28) Oknum pegawai Departemen Hukum dan HAM divisi Kemasyarakat yang ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri pada Selasa,10 Maret 2015 lalu mengakui telah beberapa kali menjual narkoba jenis Sabu-Sabu (SS) dan pil ekstasi. Pelanggannya, mulai dari masyarakat sipil hingga narapidana yang mendekam dibalik Lapas Kelas II A Tanjungpinang di kilometer 18, Kijang.

Hal ini terungkap dalam persidangan di PN Tanjungpinang, Selasa (04/08) ketika majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini mengkonfrontir 5 orang saksi dari BNN Provinsi Kepri dipersidangan.”Keterangan pihak BNN itu benar pak.”ucap Yarismanto ketika, Bambang Trikoro SH MH menanyakan tanggapannya atas kesaksian 5 anggota BNN tersebut.

Sindikat pengedar narkoba di balik jeruji besi Lapas Narkoba ini terungkap pada Selasa, 10 Maret 2015. Awalnya, sekitar pukul 15 15 Wib, Yarismanto bertemu Arip Nuryadi alias Ujang di dekat taman yang ada di dalam blok C ruang tahanan Lapas Kelas II A Tanjungpinang. Arip Nuryadi kemudian memberikan 1 bungkus plastic berisi narkoba jenis SS seberat 2,5 gram pada terdakwa Yarismanto. Sabu-Sabu itu diberikan Arip pada Yarismanto untuk diserahkan pada Henky Yurosdi di Swalayan Pinang Lestari, Batu 9 di Jl DI Pandjaitan. Atas jasanya jadi kurir SS itu, terdakwa Yarimanto mendapat upah Rp 200 ribu untuk setiap kali menghantar. Sekitar pukul 15 30 Wib, usai melaksanakan tugas di Lapas Narkoba, terdakwa Yarismanto kemudian ditelpon Akuang alias  Harianto menanyakan dimana keberadaan Yarismanto. Terdakwa menyebut masih disekitar blok C Lapas Narkoba, kemudian terdakwa Yarisman dihampiri Harianto alias Akuang dengan maksud untuk mengantarkan satu paket SS seberat 2 gram  dan tablet sebanyak 60 butir yang diduga ektasi kepada Nawawi Iskandar yang telah menunggu di Swalayan Pinang Lestari dengan upah Rp 200 ribu. Sabu-Sabu milik Akuang dijual pada Harianto (displit) dengan harga Rp 2,4 juta sedangkan pil ekstasi Rp 150 perbutirnya.

Namun, ketika Yarismanto menyerahkan SS pada Henky Yurosdi dan Nawawi Iskandar, petugas BNN menangkap ketiganya, sehingga terungkaplah jaringan sindikat pengedar dan penjual narkoba dibalik lapas narkoba ini.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haryo Nugroho SH dari Kejaksaan Tinggi Kepri menjerat terdakwa Yarismanto melanggar pasal 114 ayat (1) junto pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Subsidair pasal 112 ayat (1) junto pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam persidangan, Yarismanto sempat berbelit-belit dan mengaku baru 2 kali menjadi kurir jaringan pengedar narkoba dari penjara. Namun setelah dikonfrontir Akuang dan Henky, serta diancam hakim bahwa hukumannya bisa lebih berat karena memberi keterangan tidak benar, akhirnya mengakui sudah 5 kali jadi kurir narkoba berseragam petugas penjara tersebut.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Rab 05 Agu 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek