'
| | 2.534 kali dibaca

Inilah 9 Tersangka Korupsi Proyek Pasar Modern Natuna

Fery Tas SH MH, Aspidsus Kejati Kepri.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Penyidik Direskrimsus Polda Kepri telah menetapkan 9 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan pasar modern Natuna.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri, DR Asri Agung Putra SH MH melalui Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) dikonfirmasi radarkepri.com melalui pesan singkat membenarkan telah menerima SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan) dari Polda Kepri. Menjawab pertanyaan radarkepri.com siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka, Aspidsus menuliskan.”1.MA 2.DAP 3.SD 4.ZHB 5.NT 6.DS 7.LH 8.MBI 9.MWD.”tulis Aspidsus.

Menindaklanjuti informasi, media ini kemudian menanyakan ke humas PN Tanjungpinang, Santonius Tambunan SH MH permohonan surat penyitaan yang telah disampaikan Polda Kepri.”Ada 10 Surat Persetujuan Penyitaan yang dikeluarkan oleh PN Tanjungpinang yang diajukan oleh Direskrimsus Polda Kepri terkait dengan dugaan korupsi mengenai pasar modern natuna.”tulis Santo sapaan Santonius Tambunan SH MH menjawab radarkepri.com.

Santonius Tambunan SH MH, Humas PN Tanjungpinang.

Dilanjutkan Santo, Surat tersebut bernomor: 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43/ Pen. Pid. Sus-TPK/ 2018/ PN. Tpg. tanggal 3 Juli 2018 dan Surat bernomor: 50, 51, 52/ Pen. Pid. Sus-TPK/ 2018/ PN. Tpg. tanggal 5 September 2018.

Kemudian, dari siapa saja barang bukti berupa dokumen disita pemyidik selain dari PT Mangkubuana Hutama Jaya selaku pemenang tennder, Santo menguraikan.”Yang disita bervariasi, umumnya berupa surat-surat/ fotokopi legalisir dari beberapa dokumen seperti Rencana Kerja, Dokumen Penawaran, beberapa Surat Keputusan, Berita Acara Serah Terima, Kontrak. Surat-surat tersebut disita dari antara lain,¬†1. Hamzah Idham 2. Muhannamar,3. Billy Juliono,4. Syamsurizon,5. Ery Ilya, 6. Herri Apriyanto,7. Rudiansyah, 8. Lukman Hadi,9. Minwardi Bin Wahab J
10. Sudarnadi Als. Sudarmadi.

Sebagaiamana pernah dirilia media ini, proyek mangkrak ala PU Natuna ini berpotensi merugikan keuangan negara Rp 4 Miliar akibat kelebihan bayat yang tak kunjung dikembalikan.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Kam 06 Sep 2018. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek