| | 336 kali dibaca

Ini Kata Camat Terkait Kasus Bagi-Bagi Uang ADD

Camat Batubi yang memimpin rapat.

Natuna, Radar Kepri- Usai rapat kisah bagi bagi uang Desa gunung putri, Senin, (14/05). Hasanudin, kepada media berharap, agar kejadian tersebut dijadikan pelajaran buat pemerintah dan masyarakat.

Menurut Hasanudin,”Agar tidak terjadi lagi hal yang sama di desa-desa lain mengingat besarnya anggaran desa saat ini yang dapat menjerumuskan kita semua.”himbaunya.

Camat Bunguran Batubi itu juga bertindak sebagai mediator pada rapat pagi itu. meskipun suasana sempat tegang, dari sebagian warga yang emosi. Namun, akhirnya rapat menemukan kata sepakat, semua yang terlibat dan menerima uang “siluman” tersebut bersedia mengembalikan ke kas desa.

Begini kisahnya bagi bagi dana tersebut. “Dana yang dibagi-bagi antar sesama itu berjumlah 99 (sembilan puluh sembilan) juta rupiah. Dana tersebut berasal dari anggaran tahun 2016 lalu.

Dengan modus keuntungan kegiatan, pihak TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) dan Kepala Desa Gunung Putri, Syarifudin, uang tersebut lansung dibagi bagi. Namun nasib apes bagi yang membagi dan yang mendapat bagian, kegiatan bagi bagi tersebut mendapat kritikan oleh masyarakat. sebagian menyatakan menilai kegiatan dibagi-bagi uang tersebut adalah kegiatan melawan hukum. karena dana yang telah dibagi bagikan itu adalah merupakan dana silfa yang harus dikembalikan ke kas desa.

Dari keterangan yang diperoleh dari masyarakat yang ikut dalam rapat tersebut Imam Makmud, dana 99 juta rupiah tersebut di bagi menjadi 3 bagian, satu bagian untuk Kepala desa, dua bagian lagi untuk anggota BPD dan TPK, untuk masing-masing bagian dapatkan 33 juta rupiah.

Rincian dana yang terbagi, Syarifudin sebagai kepala desa mendapatkan bagian Rp. 33 (tiga puluh tiga) juta rupiah, begitu juga pihak TPK juga mendapat bagian Rp. 33 juta rupiah. begitu juga dengan pihak BPD dengan 5 anggota juga dijatuhkan Rp. 33 juta.

Warga yang hadir dalam rapat.

Namun, hanya sekretariat BPD
lah yang tidak mau menerima uang tersebut meski kepala desa dan sekretaris TPK Anga berusaha untuk meyakinkan kalau uang tersebut adalah uang keuntungan hasil kegiatan, sekretariat BPD Desa tersebut tetap tidak tergiur. Subhanallah ini patut ditiru.

Oleh karenanya Anga selaku Sekretaris TPK juga meminta semua pihak yang juga ikut menerima uang “Jangkrik” untuk mengembalikan ke Kas Desa.

Apa uang tersebut sudah sepenuhnya terkumpul akan digunakan untuk membangun jalan ke Kuburan di Desa tersebut.

Rapat tersebut juga disaksikan oleh Kapolpos Batubi Aiptu Purba, Camat, Kepala Desa, serta puluhan warga masyarakat desa tersebut. (Herman)

Ditulis Oleh Pada Sel 15 Mei 2018. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek