Lingga, Radar Kepri = Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda, dipimpin oleh koordinator aksi Yusri Mandala, menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Lingga. Senin (6/4/)
Aksi ini merupakan bentuk kritik keras terhadap kepemimpinan Bupati Lingga, M. Nizar, S.Sos., yang dianggap gagal dalam mengelola pemerintahan dan keuangan daerah.
Para pengunjuk rasa menyampaikan empat poin desakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga.
Pertama, par pendemomendesak pemerintah daerah segera melunasi pembayaran proyek kepada kontraktor yang hingga kini masih tertunda tanpa kejelasan.
Kemudian, realisasikan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi PNS yang merupakan hak mereka.
Selanjutnya, masa meminta Bupati dan Ketua DPRD Lingga untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik mengenai kondisi keuangan daerah yang dinilai sedang “carut-marut”.
Terkhir para masa aksi meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga. H Armia bertanggung jawab atas kekacauan tata kelola ini dengan mengundurkan diri dari jabatannya.
Sorotan Utama Terhadap Kondisi Daerah
Koordinator aksi Yusri Mandala menegaskan bahwa Kabupaten Lingga sedang dalam kondisi yang memprihatinkan, terutama pada dua sektor antara lain,
Defisit Anggaran.
Massa mempertanyakan transparansi pengelolaan kas daerah yang mengakibatkan tersendatnya berbagai program pembangunan fisik maupun non-fisik.
Keterlambatan pembayaran TPP dan hak-hak ASN serta honorer dinilai berdampak langsung pada ekonomi keluarga pegawai di lingkungan Pemkab Lingga.
Aksi berjalan dengan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Lingga untuk memastikan situasi tetap kondusif di area kantor bupati.
Aksi ini menunjukkan adanya keresahan masyarakat terkait manajemen arus kas (cash flow) daerah yang berdampak luas, mulai dari sektor swasta (kontraktor) hingga internal pemerintahan (pegawai).
Hingga saat ini, para pendemo masih melakukan aksi di kantor DPRD Kab Lingga. (Aliasar)






