| | 1.657 kali dibaca

Beginilah Hasil Pekerjaan Kontraktor “Abal-Abal”

Inilah proyek pasar modern Natuna yang dikerjakan kontraktor “abal-abal”.

Natuna, Radar Kepri- Aneh tapi nyata, itulah kata kata yang pantas diucapkan setelah mendengar lika liku kabar berita terkait kelebihan uang sebesar Rp. 6 miliar lebih yang dibayarkan oleh Pemda rezim terdahulu kepada pihak kontraktor yang mengerjakan 2 proyek pembangunan tahun 2015 di Ranai Kabupaten Natuna, Kepri itu.

Ditambah lagi yang mengejutkan bahwa salah satu perusahaan yang mengerjakan proyek bernilai miliaran rupiah di Natuna semasa Drs Minwardi menjabat kepala Dinas PU itu, tidak mempunyai alamat yang jelas alias abal-abal.

Hal ini sudah sepatutnya dipertanyakan dan diperdalam oleh pihak penegak hukum, apakah ada mafia Pemda yang bermain dalam proyek miliaran rupiah itu. Sehingga kabarnya perusahaan yang tidak mempunyai alamat tetap pun bisa memenangkan tender proyek bernilai miliaran rupiah itu.

Hal ini baru terungkap dan diketahui diera kepemimpinan Bupati baru Drs Hamid Rizal, Terkait adanya kelebihan pembayaran uang kepada Kontraktor yang mengerjakan dua proyek pembangunan Gedung DPRD Natuna dan Pasar Modern di Ranai sebesar Rp 6 miliar lebih itu.

Tidak tanggung tanggung mengetahui adanya kelebihan pembayaran tersebut Hamid pun sontak marah, dan mengancam akan melaporkan kasus tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Namun sepertinya ancaman Hamid tersebut tidak membuat pihak kontraktor cuit, sebab hingga sampai saat ini masih belum ada kejelasan mau dikembalikan atau tidaknya uang Pemda miliaran rupiah itu.

Selain itu Hamid juga mengancam tidak akan melanjutkan dua pembangunan Gedung DPRD Natuna dan Pasar Modern tersebut, sebelum persoalan kelebihan pembayaran dikembalikan oleh pihak kontraktor.

“Kita tidak akan lanjutkan pembangunan dua proyek itu sebelum uang kelebihan pembayaran itu dikembalikan oleh pihak kontraktor. ¬†Saya tidak mau gantung diri, kalau dilanjutkan proyek itu sekarang sama saja saya dengan gantung diri sendiri. “Tegas Hamid saat itu.

Terkait hal tersebut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman ( Perkim) Kabupaten Natuna Drs. H. Agus Supardi, saat dikonfirmasi Kamis, (07/09) sekitar pukul 11.10 WIB dini hati melalui SMS ke HPnya mengatakan, “Untuk Gedung Dewan, yang di kerjakan oleh PT. Istaka Raya, sudah ada konfirmasi dari Perkim dan Inspektorat, dan sudah ada niat positif dari rekanan untuk mengembalikan uang tersebut, tetapi dengan cara mencicil, namun sampai saat ini , Saya belum tau apakah sudah ada di angsurnya atau belum.”Terang Agus.

Masih Agus, Sedangkan untuk uang kelebihan proyek pembangunan Pasar Moderen yang telah diterima oleh pihak PT. Mangkubuana Jaya Aditya, konfirmasi kami dua kali kami kirim surat kealamatnya, tetapi kedua kalinya surat yang di kirimkan oleh pihak Perkim di kembalikan oleh pihak Kantor Pos, kerena alamatnya tidak di temukan. “Terang Agus.

Terkait hal tersebut masyarakat Natuna berharap Bupati Hamid Rizal tidak ciut nyalinya untuk membawa kasus ini ke KPK.

Sampai berita ini dibuat media belum dapat melakukan klarifikasi kepada 2 perusahaan yang ber sangkutan. (Herman)

Ditulis Oleh Pada Jum 08 Sep 2017. Kategory Natuna, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek