; charset=UTF-8" /> Aroma Korupsi Dalam Operasional MV Lintas Kepri Rugikan Negara Rp 3,4 Miliar - | ';

| | 491 kali dibaca

Aroma Korupsi Dalam Operasional MV Lintas Kepri Rugikan Negara Rp 3,4 Miliar

Tanjungpinang, Radar Kepri-Aroma korupsi berhembus kuat di PT Pelabuhan Kepri, perusahaan milik BUMD Kepri ini diduga melakukan tindak pidana korupsi yang berpotensi merugikan Rp 3,4 Miliar.

Data yang diperoleh radarkepri.com dari dokumen milik sebuah lembaga audit menguraikan sejumlah indikasi korupsi.

Pertama, Pelaksanaan kerjasama PT Pelabuhan Kepri dalam operasional MV Lintas Kepri dengan PT Prima Buana Indah tanpa melalui proses pengadaan barang dan jasa.

Kedua, Pembagian keuntungan antara PT Pelabuham Kepri dengan PT. Prima Buana Indah tidak didukung dasar perhitungan yang dituangkan dalam bentuk dokumen. Perhitungan hanya berdasarkan perkiraan yang tidak rinci dimana pembahasan dan kesepakatan hanya diwakili direktur utama PT Pelabuhan Kepri.

Kejanggalan lain, PT Pelabuhan Kepri membuka rekening baru menampung bagi hasil kerjasama operasional kapal MV Lintas Kepri dengan PT Prima Buana Indah.

Kemudian hasil pengoperasian kapal MV Lintas Kepri oleh PT Pelabuhan Kepri bersama PT Prima Buana Indah dari bulan Juni 2017 hingga 31 Desember 2019 sebesar Rp 3 414 982 658 masih belum disetorkan ke kas daerah.

Hingga berita ini dimuat,media ini belum berhasil menjumpai pihak terkait guna konfirmasi dan klarifikasi terkait permasalahan diatas.

Sekilas, pembangunan kapal MV Lintas Kepri dianggarkan oleh Pemprov Kepri melalui Dishub pada Tahun 2015 dengan nilai Rp 29 459 683 000. Pada Maret 2015 ditandatangani perjanjian kerja konstruksi antara PPK, Aziz Kasim Djou dengan Hermanto selaku Dirut PT Pelindo Marine dimana nilai kontrak senilai Rp 25 890 000 000.

Penghujung tahun 2015. tepatnya tanggal 5 Desember 2015 MV Lintas Kepri selesai dibangun dan diserahterimakan ke Dishub Kepri.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Rab 01 Jul 2020. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek