| | 799 kali dibaca

Tarik Ulur Lokasi Pembangunan SMAN 21 Berujung RDP

Masyarakat Kelurahan Kabil dalam ruangan RDP komisi I DPRD Batam, Selasa (27/10).

Masyarakat Kelurahan Kabil dalam ruangan RDP komisi I DPRD Batam, Selasa (27/10).

Batam, Radar Kepri-Warga Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, kota Batam menepati janjinya untuk menggelar aksi aksi demo di DPRD kota Batam, Selasa (27/10). Aksi dilakukan warga karena adanya dugaan oknum wakil rakyat memindahkan lokasi pembangunan SMAN 21 yang telah ditetapkan di APBD Kota Batam.

Hal tersebut diatas disampaikan ketua LPM Kabil melalui sekretarisnya, Herwin Saputra pada radarkepri.com yang menyebutkan, ada dugaan oknum  anggota DPRD kota Batam sengaja mengobok-obok lahan pembanguna SMAN 21.yang sudah ditetapkan dikelurahan Kabil Kecamatan Nongsa agar pindah.

Dalam demo, warga berorasi silih berganti, minta wakil rakyat tersebut tidak mengobok-obok lahan yang sudah dihibahkan oleh BP Batam kepada masyarakat Kabil dengan peruntukan pembanguna SMAN 21. Tak lama berorasi, akirnya mereka diterima komisi I dan komisi IV DPRD kota Batam. Para wakil rakyat Batam itu, minta perwakilan  warga yang dimotori Lembaga Pemberdayaan Masyarakat  berdiolag diruangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) komisi I.

Dalam  kesempatan itu, berbagai tokoh masyarakat kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, sepakat lahan sekolah yang sudah dihibahkan BP Batam untukh SMAN 21, harga mati. Semua masyarakat ikut dalam ruangan RDP tersebut mengamini.

Dalam kesempatan itu, pendemo diterima Nyayang Haris, Ketua komisi I DPRD Batam, politisi Partai  Gerindra,  Wakil Ketua DPRD Iman Setiawan dari Politisi Gerindra, Tumbur P Sialoho, anggota komisi I. LIkkai onggota komisi I dari Politisi Nasden. Dan Ruslan Wasyin sekretaris komisi I dari Partai Golker, Yunus Spi dari komisi IV Partai democrat dan Udin P Sialoho dari PDI Perjuangan.

Ruslan Ali Wasyin, sekretaris komisi I DPRD kota Batam minta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, (LPM) tidak memutarbalikkan fakta terkait persoalan lahan SMAN 21 Batam, Ruslan  menjelaskan lahan di jalan Bumi Perkemahan Punggur yang saat ini diminta oleh LPM Kabil untuk pembangunan SMAN 21 Batam merupakan lahan sengketa yang saat ini masih ada pemiliknya.

Karena itu, pembangunan SMAN 21 Batam direncanakan di Messhall Kampung Panau Kelurahan Kabil.”Yang merupakan lahan hibah dari saya untuk Dinas Pendidikan (Disdik), jadi jangan seolah diputarbalikkan fakta ini.”kata Ruslan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi I DPRD Batam tersebut.

Ruslan  Ali Wasyin menjelaskan lahan di jalan Bumi Perkemahan tersebut, pada tahun 2014 lalu merupakan lahan untuk pembangunan SMPN 51 Batam. Namun karena adanya sengketa lahan dan penolakan dari warga, SMPN 51 tersebut dipindahkan di RT 01 RW 10 Segulung.

Selain itu, ia jelaskan juga, pada waktu itu ada penolakan dari warga yang juga sebagian adalah merupakan anggota LPM.”Karena alasan itu SMAN 21 Batam akan dibangun di Messhall Kampung Panau Kelurahan Kabil bukan di Bumi Perkemahan.’jelasnya.

Dilanjutkan RuslanAli wasyim, Disdik sudah melakukan studi kelayakan untuk lahan itu.”Dan legalitas lahan ini juga sudah jelas.”katanya.

Sementara salah satu perwakilan warga dari LPM, Nikson Sihombing menyampaikan bahwa selama ini tidak ada koordinasi yang baik dengan DPRD Batam. Pasalnya, pada RDP yang pertama tidak ada lagi tindak lanjut.”Maka itu, LPM bersama warga menggelar unjuk rasa.”ujarnya.

Nikson juga menjelaskan, lahan yang diminta warga yaitu di jalan Bumi Perkemahan merupakan inisatif masyarakat yang mencari dan lahan itu. Juga menurutnya sudah tidak bersengketa dan sudah disetujui oleh Pemerintah Kota Batam.”Lahan itu strategis dan dekat dengan perumahan warga dibanding dengan Messhall Kampung Panau yang jauh dari keramaian.”kata Nikson.

Karena alasan tersebutlah, Nikson mejelaskan warga tetap meminta sekolah SMAN 21 di bangun di jalan Bumi Perkemahan.

Sedangkan Ketua Komisi I DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah mengagendakan RDP bersama warga terkait pendirian SMAN 21 Batam besok, Rabu (28/10).”Sebenarnya besok sudah kami jadwalkan RDP bersama BP Batam juga dinas terkait.”kata Nyanyang saat menerima warga.

Usai RDP, warga yang melakukan aksi unjuk rasa akhirnya membubarkan diri dan dijadwalkan, hari ini, Rabu (28/10) akan kembali di gelaar RDP untuk mencari jalan keluar terkait SMAN 21 Batam tersebut.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Sel 27 Okt 2015. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek