| | 283 kali dibaca

Sidang Dugaan Dokter Penganiaya Bidan Hadirkan Korban

Bidan Destriana Dewanti saat memperlihatkan bekas suntikan ke hakim, Senin (13/05).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sidang dugaan penganiayaan dengan terdakwa dr Yusrizal Saputra hadirkan saksi korban Destriana Dewanti di PN Tanjungpinang, Senin (13/0).

Terungkap dalam persidangan, saksi Destriana Dewanti mengaku melakukan tes urine dan tes darah di laboratorium Prodia atas saran dokter sehari setelah dirinya mengalami dugaan penganiayaan”Dari lab Prodia ke rumah sakit. Hasilnya negatif.”katanya.

Wanti sapaan korban mengaku melapor pada Sabtu atau sekitar 3 hari setelah kejadian. Hal ini dilakukan saran dokter lainya.”Dokter sarankan langsung ke PPA, saya lapor ke Polres yang di batu 5. Setelah di Tipiter baru diinterogosi dan disuruh visum ke RSAL”jelasnya.

Menjawab dampak kejadian, Wanti mengaku tidak bisa jalan selama 3 hari dan baru bisa beraktifitas normal setelah 14 hari.

Menjawab pertanyaan hakim Admiral SH MH, apakah dirinya mengecek dirinya. Wanti mengaku mengecek kondisi tubuhnya, namun tidak ada ditemukan luka ataupun memar lain.”Hanya dibekas suntik saja yang ada luka memarnya.”ucapnya.

Hakim kemudian meminta Wanti memperlihatkan bekas-bekas suntikan yang ada ditangan, saksi Wanti kemudian memperlihat bekas luka di tangannya disaksikan terdakwa.

Mengenai cairan yang disuntikan, Wanti menyebutkan berwarna bening.”Itu vitamin rodox, itu mereknya. Biasa vitamin C berwarna kuning.”katanya.

Menjawab pertanyaan hakim Santonius Tambunan SH MH, apakah usai kejadian ada ditemui terdakwa,Wanti mengaku ada sekali namum tidak diterima.”Saya merasa dikhianati karena percaya. Apalagi beliau membawa keluarga. Saya ketakutan, pada saat itu, (dalam) pikiran saya, terdakwa bisa berbuat lebih.”katanya.

Menjawab pertanyaan hakim tentang apakah ada pegawai lain yang mengalami hal serupa.”Setahu saya tidak ada Yang Mulia.”tegasnya.

Dugaan penganiyaan terjadi pada 10 Oktober 2018 di Perum. Pinang Mas Residen Blok A1 No. 20 Km 8 Kota Tanjungpinang sekitar pukul 23 00 Wib. Sebanyak 56 bekas suntikan sebagai bukti dugaan penganiayaan tersebut.

Jaksa menjerat terdakwa Yusrizal melanggar pasal 351 ayat 1 KUH Pidana atau kedua pasal 360 ayat 1 KUHP.

Hingga berita ini dimuar, Wanti yang juga merupakan bidan masih dicecar sejumlah pertanyaan dari majelis hakim.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sen 13 Mei 2019. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek