Pasca Robohnya Dermaga Pongok, Ini Klarifikasi Kades Penaah

Mariana Sri Kandi, Kades Penaah..

Lingga, Radar Kepri=Kepala Desa Penaah, Mariana Sri Kandi menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik dan pemberitaan media, ia justru mengaku bersyukur karena informasi yang disampaikan media menjadi pengingat bagi pemerintah desa untuk lebih cepat merespons kondisi di lapangan.

Mariana memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang sebelumnya menyoroti adanya siswa terpeleset akibat robohnya Dermaga Pongok. Di tengah keterbatasan akses wilayah pesisir, semangat pengabdian kepala desa perempuan berhijab itu patut diapresiasi.

Meski harus menyeberangi lautan demi menjangkau masyarakat, ia tetap aktif turun langsung menyapa dan memastikan kondisi warganya.

“Ya, setelah membaca pemberitaan dari RadarKepri.com dan menerima laporan bahwa dermaga tersebut roboh, saya langsung sigap melakukan komunikasi dengan RT dan RW setempat. Syukurlah, tidak ada korban jiwa,” kata Mariana, Jumat (22/5/2026).

Diketahui, dermaga tersebut selama ini menjadi akses utama masyarakat, khususnya bagi anak-anak Sekolah Dasar yang setiap hari menyeberang menuju sekolah di Dusun Penaah. Kondisi dermaga yang sudah termakan usia sebelumnya hanya beralaskan kayu dan tampak kusam. Meski demikian, fasilitas itu tetap digunakan warga sebagai jalur penghubung utama aktivitas sehari-hari.

Saat dikonfirmasi, Mariana membenarkan peristiwa robohnya dermaga tersebut. Ia menjelaskan bahwa usulan perbaikan sebenarnya telah beberapa kali disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.

“Dermaga tersebut masih merupakan aset milik pemerintah kabupaten. Sebelumnya konstruksinya berbahan beton, namun karena faktor usia dan cuaca, kini mengalami kerusakan hingga ambruk. Dermaga itu dibangun sekitar tahun 2009, jadi usianya sudah kurang lebih 17 tahun,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah desa tidak dapat menggunakan Dana Desa untuk melakukan pembangunan total karena terbentur aturan dan status aset yang masih berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten.

“Dalam juknis dan aturan yang ada, tidak memungkinkan menggunakan Dana Desa untuk membangun aset yang masih menjadi milik kabupaten,” jelasnya.

Meski demikian, Mariana mengaku tetap bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat dan informasi dari media. Bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa, ia langsung turun ke Dusun Pongok untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah yang terdampak akibat robohnya dermaga tersebut.

“Syukurlah tidak ada korban maupun luka berat dalam kejadian itu. Setelah mendapat informasi, saya langsung berkomunikasi dengan dinas terkait, yakni Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga,” tuturnya.

Menurut Mariana, respons pemerintah daerah melalui dinas terkait terbilang cepat. Petugas segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat agar akses masyarakat tidak lumpuh total.

“Pihak dinas juga cepat tanggap. Mereka langsung mengirim petugas ke lokasi dan segera melakukan perbaikan sementara. Saat ini dermaga tersebut sudah kembali bisa digunakan dengan konstruksi kayu,” tambahnya.

Mariana berharap pembangunan dermaga permanen dapat menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lingga ke depannya. Menurutnya, keberadaan dermaga sangat vital bagi aktivitas masyarakat pesisir, terutama demi mendukung akses pendidikan anak-anak.

“Saya berharap, meskipun kondisi keuangan daerah saat ini belum stabil, ke depan ketika sudah membaik, pembangunan dermaga ini bisa menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Lingga karena menyangkut kebutuhan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Demikian klarifikasi Mariana terkait pemberitaan RadarKepri.com mengenai robohnya Dermaga Pongok. (Aliasar)

Pos terkait