| | 93 kali dibaca

Ketukan Hati Ibu-ibu Komunitas Sehati Akan Kebersihan Lingkungan

Natuna, Radar Kepri-Ibu-Ibu Komonitas Sehati Natuna ikut berpartisipasi dalam perduli lingkungan. Puluhan Ibu-ibu sehati yang digagas oleh ibu Hazriani dan Ibu Suani Ini sungguh luar biasa.

Kegiatan ini benar-benar patut untuk dicontoh dalam keikhlasan mereka.Ibu-ibu ini segan-segan memulung bahkan membeli sampah barang-barang bekas dimana saja berada.
“Kami pungut dari bengkel-bengkel rumah-rumah makan sampah barang bekas seperti Botol Aqua, Kaleng Susu dan lainya itu. Setelah kami kumpulkan, kami akan pisahkan mana yang masih bisa dimanfaatkan kami akan olah untuk di manfaatkan seperti untuk Pot Bunga, Soprnir, dan lainya.

Sedangkan untuk sampah yang bukan plastik kami olah menjadi pupuk organik untuk penyubur bunga-bunga tanaman kami.”Terang Suani.

Lanjut Suani, untuk sampah seperti kaleng susu dan besi-besi yang tidak dapat lagi kita manfaatkan setelah terkumpul kami akan jual ke penampungan barang-barang bekas yang ada di Ranai ini seharga Rp 600 rupiah per Kg. dan hasilnya kami sedekahkan untuk anak-anak yatim yang membutuhkan uluran tangan kita bersama.”Terang Suani.

Ibu-ibu Komonitas Sehati ini sebagian besar istri-istri pegawai negeri sipil di lingkungan Pemda dan Masyarakat Natuna yang perduli dengan lingkungan, meskipun kegiatan ini tidak semua pihak yang mendukung, Namum ibu-ibu yang tergabung dalam Komonitas Sehati ini tetap menjalankan kegiatan tersebut.

Ibu-ibu Komunitas Sehati ini juga selalu menawarkan diri untuk Ikut serta di berbagai acara stand Bazar di Ranai. Bahkan pada acara Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-73 di Pantai Kencana 9 Februari 2019 kemaren Berbagai produk barang daur ulang produksi kelompok Komonitas sehati Ini juga ikut berpartisipasi meramaikan.

Yang luar biasanya lagi, Kelompok ibu-ibu ini menjual makanan seperti bubur pedas tanpa menyediakan tempat, bagi masyarakat yang berminat untuk membeli harus membawa tempat dari rumah. Kalau kita dipikir kegiatan ibu-ibu sungguh aneh, menjual makanan tidak menyediakan tempat. Ternyata tujuan dibalik itu semua kenapa sipembeli yang harus menyediakan tempat, pesan yang sangat luar biasa disampaikan untuk mengetuk pintu hati masyarakat agar peredaran sampah di Natuna khususnya Ranai tidak terlalu meluas di setiap harinya. Karena sampah-sampah plastik dapat merusak lingkungan dan laut kita.
Sudah seharusnya kita sadar akan kebersihan lingkungan kita untuk bebas dari berbagai sampah plastik. Tidak ada salahnya kalau kita membawa tempat sendiri dari rumah kalau kita belanja kepasar dan lainya. (Herman)

Ditulis Oleh Pada Kam 14 Feb 2019. Kategory Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek