
Tanjungpinang, Radar Kepri-Dua ketua partai pengusung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 mengalihkan dukungan ke Jokowi-Mak’ruf di Provinsi Kepri. Dia adalah Hamid Rizal, ketua DPD PAN Kepri dan Apri Sujadi, ketua Partai Demokrat Kepri.
Hamid Rizal yang saat ini menjabat Bupati Natuna pertama kali menyatakan dukungannya ke Jokowi-Mak’ruf. Bahkan politisi partai berlambang Matahari ini telah mendeklarasikan dukungan ke Jokowi-Mak’ruf jauh sebelum konstelasi politik di Kepri riuh seperti sekarang ini.
Apri Sujadi yang ini menjadi Bupati Bintan bahkan mengunggah dukungan ke Jokowi-Ma’kruf di youtobe. Politisi partai berlambang Bintang Mercy besutan SBY ini menegaskan dukungan itu merupakan sikap politiknya. Ternyata, sikap politik Apri Sujadi ini sejalan dengan Agus Wibowo, wakil ketua DPRD Bintan dari Partai Demokrat bahkan menggelar deklarasi terbuka mendukung Jokowi-Mak’ruf.
Fenomena tak sejalan dengan kebijakan pimpinan pusat partai pengusung Prabowo-Sandi ini jelas memberi dampak dan konsekwensi. Atau, mungkinkah ini strategi “dua kaki” dari partai “Matahari dan Mercy” mencari selamat ?.
Pertanyaan ini wajar muncul, karena hingga hari ini, terkesan dukungan yang diberikan sebatas “cek kosong”. Karena, faktanya, mesin politik sejumlah partai pengusung Jokowi-Mak’ruf di Provinsi Kepri terkesan pasif, kecuali PDI-P yang konstan dan konsisten mensosialisasikan Jokowi-Mak’ruf.
Pilwako Tanjungpinang menjadi bukti tak bergeraknya mesin politik partai-partai pendukung membuat petahana kalah.

Organisan sayap, relawan dan komunitas pendukung Jokowi-Mak’ruf juga terkesan terlena dan disibukkan dengan urusan masing-masing bahkan terkesan over convident.
Sehingga, wajar muncul kekuatiran dari sejumlah tokoh militan pendukung Jokowi-Mak’ruf, akankah Capres nomor urut 01 ini kalah di Kepri ?.
Ajakan perlawanan atas hoax dan fitnah oleh Jokowi dari Jogjakarta beberapa lalu terkesan kurang direspon sejumlah tim pemenangan Capres 01 ini.(irfan)







