Kas Daerah Minim, Tata Kelola Keuangan Lingga Disorot: Ancaman Kolaps 2026 Menguat

Informasi yang dihimpun menyebutkan, hingga awal Maret 2026 dana kas daerah yang tersedia baru berkisar Rp1,5 miliar. Nilai tersebut dinilai jauh dari cukup untuk menopang kebutuhan operasional pemerintahan dan pembangunan daerah.

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa kondisi tersebut diduga berkaitan dengan lemahnya pengelolaan pendapatan daerah.

“Seharusnya ada langkah inovatif dan terobosan untuk menggali potensi pendapatan baru. Jangan hanya menunggu sumber yang sudah ada,” ujarnya kepada RadarKepri.com melalui sambungan telepon, baru-baru ini.

Sorotan terutama diarahkan kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lingga yang dinilai belum maksimal dalam mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD). Kurangnya strategi dan inovasi dalam menggali sumber pendapatan baru disebut menjadi salah satu faktor rendahnya penerimaan daerah.

Selain itu, kinerja pimpinan birokrasi daerah juga menjadi perhatian. Sumber tersebut menilai peran Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, H. Armia, belum memberikan dampak signifikan terhadap upaya perbaikan tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah.

Menurutnya, efektivitas kerja Sekda disebut ikut terpengaruh oleh kondisi kesehatan yang mengharuskannya menjalani pengobatan rutin ke Batam hingga beberapa kali dalam sepekan.

Isu Nepotisme

Di sisi lain, upaya evaluasi terhadap sejumlah pejabat strategis disebut tidak berjalan optimal. Hal ini diduga berkaitan dengan adanya hubungan kekerabatan antara pejabat terkait dengan pimpinan daerah.

“Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena evaluasi kinerja menjadi sulit dilakukan secara objektif. Jika tidak ada langkah tegas, kondisi keuangan daerah bisa semakin terpuruk,” kata sumber tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bapenda Kabupaten Lingga, Safaruddin, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Jumat (6/3/2026) belum mendapat jawaban karena nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, H. Armia, juga belum merespons permintaan konfirmasi yang dikirim redaksi RadarKepri.com melalui pesan WhatsApp pada hari yang sama.

Redaksi masih terus berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak-pihak terkait guna mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi keuangan daerah Kabupaten Lingga. (Aliasar)

Pos terkait