| | 134 kali dibaca

Ikan Lepu, Si Cantik Yang Mematikan

Oleh : Roki Juanda Putra

Ikan lepu ayam atau juga disebut ikan singa ( red lionfish ) dalam bahasa inggris, berasal dari
famili scorpanidae dan ordo scorpaeniformes. ikan ini dapat ditemukan di daerah tropis dan
subtropis di bagian laut hindia selatan , pasifik selatan , dan laut merah . meskipun ia
tergolong ikan yang memiliki racun , ikan ini cukup populer dikalangan para pecinta
aquarium ikan hias air laut.
Meskipun memiliki warna yang cantik dan bentuk yang unik, ikan hias laut ini ternyata
mempunyai bisa yang dapat menyebabkan kematian. Penyelam pun berusaha untuk
menghindar karena takut tersentuh duri pada siripnya.
Berdasarkan sumber kajian ilmiah, ikan lepu hidup di daerah terumbu karang dengan
kedalaman laut 20 – 50 meter. Ikan ini merupakan predator yang memakan Crustacea,
Cephalopoda, dan ikan-ikan kecil yang hidup di karang menggunakan strategi menyamar
kemudian menyergap mangsa yang mendekat. Mulut ikan lepu biasa untuk menghisap calon
makanannya dengan kecepatan gerakan yang hampir tidak terlihat, yaitu 15 ms (milisekon).
Secara morfologinya, ikan lepu memiliki fisik yang unik. Satwa laut ini memiliki kepala
berduri yang besar, duri berbisa yang berada pada punggung dan siripnya, dan kantung bisa.
Bentuk siripnya berduri membentuk seperti kipas. Panjang tubuhnya sekitar 10 – 40 cm.
Selain itu, ikan lepu memiliki warna yang identik yaitu bergaris merah, marun, coklat,
oranye, hitam dan putih.
Ikan lepu mengeluarkan suara yang berasal dari gosokan dan gerakan rangka tubuh untuk
menarik perhatian pasangannya. Menurut Stein (2006), ikan membuat suara untuk beberapa
alasan yang berbeda, antara lain untuk tetap berhubungan dengan kawanan, memperingatkan bahaya, berkomunikasi dengan pasangan, menarik perhatian pasangan, menakut-nakuti penyusup agar menjauh dari telur, dan bahkan mungkin untuk echo location bagi beberapa spesies laut dalam. Verrapan, et al. (2009) mengatakan lebih dari 800 spesies ikan diketahui mengeluarkan suara. Pada umumnya, suara yang dihasilkan diproduksi pada saat makan atau berenang.
Ikan Lepu cenderung tidak agresif, namun mereka memiliki tingkah laku pertahanan. Dengan corak warna yang terlihat mencolok , ikan lepu ayam bisa memberi peringatan visual kepada musuhnya bahwa dirinya beracun. Sebagai mekanisme perlindungan diri lebih lanjut, jika didekati oleh makhluk lain yang menurutnya bisa membahayakan dirinya, ikan lepu ayam akan merentangkan sirip dada & menegakkan sirip punggungnya agar terlihat lebih menakutkan.
Racun ikan lepu terletak di sirip dada & punggung nya yang berukuran besar seperti kipas. hanya bagian sirip bertulang yang berbahaya bagi manusia karena dapat menembus kulit.
Bisa yang ada pada ikan lepu merupakan racun heat-labile yang berarti racun ini akan rusak
atau mengalami denaturasi bila terkena panas. Bila bisa sudah masuk ke dalam tubuh
manusia, gejala yang timbul adalah hipertensi, takikardia (kenaikan denyut jantung), dan mati
rasa. Dalam waktu tiga jam setelah terkena bisa, dapat menyebabkan kelumpuhan dan dalam beberapa kasus menyebabkan kematian.
Segera lakukan pertolongan pertama dengan merendam atau membilas bagian yang terkena
dengan air hangat (sekitar 40 – 60 derajat Celcius) selama lebih kurang 30 menit. Bila masih terasa sakit segera hubungi dokter terdekat untuk dilakukan penanganan. Patil ikan yang mungkin masih tertinggal harus dicari dan dikeluarkan. Dianjurkan juga untuk diberikan suntikan tetanus (luka sepele juga bisa mengakibatkan tetanus). Bila luka meluas, bisa diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi kulit.
Ikan lepu ayam adalah hewan nokturnal yang berarti mereka aktif di malam hari. Di siang
hari, mereka lebih banyak bersembunyi di tempat terlindung semisal di lubang karang. Saat mencari makan di malam hari, ikan lepu ayam biasa berenang lambat-lambat mendekati
mangsanya, lalu secara mendadak merentangkan sirip dadanya untuk mencegah mangsanya melarikan diri sebelum kemudian mencaploknya dengan cepat. Makanan dari ikan lepu ayam sendiri mencakup hewan-hewan kecil seperti ikan, udang, & kepiting. Saat ini pemangsa ikan lepu mulai berkurang karena banyak faktor, salah satunya akibat eksploitasi manusia.
Ditulis Oleh Pada Sen 11 Mar 2019. Kategory Cerpen/Opini, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek