| | 973 kali dibaca

Dua Tersangka Korupsi Lampu Hias MTQ Belum Ditahan

Mulkansyah, ketua LSM NCW Kepri1

Ketua LSM NCW Kepri, Mulkansyah.

Batam,Radar Kepri-Kejaksaan Negeri Batam memang telah menetapkan dua tersangka tindak pidana korupsi proyek pengadaan lampu hias MTQ Nasional yakni, kontraktor dan Indra Helmi  selaku kuasa penggunan anggaran (KPA), sekaligus  pejabat pembuat komitmen (PPK).

Sebagaimana diketahui, provinsi Kepri ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ Nasional oleh pemerintah pusat bertempat di kota Batam. Lampu hias tersebut dibutuhkan sewaktu pelaksaan MTQ, Pemko Batam menanggarkan proyek lampu hias melalui APBD kota Batam anggaran tahun 2014 sebesar Rp 1,4 miliar.

Walaupun sudah ditetapkan, namun kontraktornya dan Indra Helmi belum ditahan Kejaksaan Negeri Batam. Kemudian, Gintoyo Batong sebagai kepala dinas telah diperiksa namun belum ditetapkan tersangkan.

Padahal penanggungjawab struktural sebagai pimpinn SKPD, tentu tidak bisa lepas dari jerat hukum sesuao Undang-undang pemberantasan korupsi.”Pasal 55, korupsi itu kolektif kolegial,  mereka itu  harus bertanggungjawab atas dugaan korupsi tersebut.”kata Mulkansyah, ketua NCW Provinsi Kepri di Batam Center, Selasa (13/03).

Masyarakat Batam berharap Kejari Batam untuk tidak tebang pilih dalam menegakan hukum. Jangan hanya bawahan saja yang dikorbankan.”Kita minta Gintoyono Batong diproses secara hokum terkait dugaan kasus korupsi diatas. Pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka segera ditahan.”pinta Mulkansyah.

Selain dugaan korupsi lampu hias masih banyak dugaan kasus korupsi yang belum dituntaskan Kejari Batam. Diantaranya dugaan korupsi suap Dinas Pendidikan Batam pada oknum anggota DPRD komisi IV pada tahun 2014 lalu.

Dugaan korupsi kembang api menyambut pergantian tahun  2013-2014 sebesar Rp 1,2 miliar, dugaan kasus korupsi dana publikasi dibagian humas Pemko Batam, pembangunan rumah tak Layak Huni (RTLH). Adapula dugaan korupsi asuransi Bumi Jaya Asih (BAJ) milik PNS se-kota Batam.”Sebagaimana diketahui pemegang polis asuransi Sekda kota Batam, Agussahiman, akan tetapi dugaan korupsi asuransi Bumi Jaya Asih  ini belum di usut Kejari Batam, padahal ratusan miliar uang asuransi PNS  tidak jelas sampai sekarang.”ungkap Mulkansyah.

Pihkanya menilai, Kejaksaan Negeri Batam tidak berani memeriksa pejabat teras pemko Batam.”Buktinya, yang diperiksa bawahan saja, padahal sebagai penanggungjawab, segala program di SKPD tentulah pimpinan SKPD alias kepala dinas.”sebut Mulkansyah.

Sementara itu Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Batam di konfirmasi terkait hal diatas melalui ponselnya, sampai berita ini diturunkan belum ada jawabannya.(taherman)

Ditulis Oleh Pada Jum 13 Mar 2015. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek