| | 213 kali dibaca

Bahtiar : H Danoer Yang Suruh Buat Surat Tanah Pakai Nama Bahrum

Bahtiar, mantan Kades Malang Rapat saat memberikan keterangan.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sidang sangketa kepemilikan tanah didesa Malang Rapat hadirkan 3 orang saksi. Bahtiar (70) mantan Kades Malang Rapat, Djodi Wirahadikusuma (pemilik lahan yang) dan M A Zahar.

Saksi pertama yang didengarkan keterangannya adalah Bahtiar, kades Malang Rapat periode 2000-2005.”Tanah itu milik Salamah di desa pulau Pucung, Malang Rapat.”kata Bahtiar menjawab pertanyaan ketua majelis hakim, Hendah Karmila SH MH.

Dikatakan Bahtiar tanah milik Salamah itu berasal dari Awang Tanjung.”Dia itu (Awang Tanjung) bapaknya Salamah. Tapi tak tau dari mana dan bagaimana Awang Tanjung dapat dari mana. Dia juga tanam kelapa dan mangga dan rumah.”terangnya.

Menurut Bahtiar, Awang Tanjung punya anak, Salamah dan Aisyah.”Yang kelola tanah itu Salamah dan Aisyah.”terangnya.

Tahunya itu dikuasai Salamah, menurut Bahtiar saat Salamah sering ambil kelapa dari kebun tersebut.”Saya sering lihat Salamah ambil kelapa pakai keranjang di kebun itu.”terangnya.

Bahtiar mengaku ada masalah tahun 2011.”Saya dipanggil Polres Bintan yang menanyakan masalah tanah itu. Karena menurut Polres yang buat surat itu saya. Saya buat pernyataan garapan hutan dan surat alas hak yang berisi keterangan kepemilikan tanah itu milik Abdul Bahrum.”katanya.

Menurut Bahtiar, surat itu dibuat atas permintaan H Danoer Yoesoef begitu juga pemakaian nama Abdul Bahrum dan H Usman. Tapi Bahtiar mengaku tidak mengecek lokasi tanah yang dibuatkan surat itu.”Pak Haji Danoer datang orang BPN, Mohardi alias Ajo.”terangnya.

Yang membuat surat keterangan dan alas hak pegawai di kantor desa.”Sudah ada formatnya. Tinggal diisi saja.”kata Bahtiar.

Mengenai penyebab H Danoer memakai nama-nama yang dibuatkan itu, Bahtiar mengaku tidak tahu. Yang membawa surat itu kekantor Camat.”Pak Ismadi, orang BPN juga.”ucapnya.

Yang mempermasalahkan dan lapor polisi itu.”Ibu Salamah dan Aisyah. Dia lapor karena dia merasa punya tanah diatas tanah yang dibuatkan surat tadi.”katanya.

Mengenai siapa yang mengusai tanah itu,”H Danoer yang pagar tanah itu. Mangga dan kelapa masih ada.”terangnya.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Sen 15 Apr 2019. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek