APBD Natuna 2016 Akhirnya Disahkan Rp 1,155 Triliun

APBD Natuna 2016 akhirnya disahkan sebesar Rp 1,155 Triliun pada Jumat (19/02) malam.
APBD Natuna 2016 akhirnya disahkan sebesar Rp 1,155 Triliun pada Jumat (19/02) malam.

Natuna, Radar Kepri-Akhirnya setelah sempat  molor beberapa saat, Jum’at (19/02) sekitar pukul 21.10 Wib, RAPBD Natuna disahkan menjadi perda APBD Kabupaten Natuna Tahun 2016 melalui paripurna DPRD sebesar dengan nilai Rp 1,155 triliun.

Hadir di acara yang dipimpin Ketua DPRD, Yusri Pandi tersebut, terlihat pula hadir Bupati Natuna, Drs. Ilyas Sabli,M.Si, Ketua Wakil Ketua serta anggota DPRD Natuna, FKPD dan SKPD Muspika, Tokoh masyarakat serta puluhan undangan lainya.

Diacara yang berlangsung lebih kurang sekitar dua jam itu, lima fraksi, yakni Gerinda, PPP, PDIP, Demokrat, Golkar menyetujui RAPBD menjadi perda APBD Natuna tahun 2016.

Pada kesempatan itu beberapa fraksi juga menyampaikan bahwa, keterlambatan pengesahan APBD pada tahun 2016 ini bukanlah disebabkan tarik ulur ada kepentingan yang belum deal, sebagaimana tersebar dimasyarakat.

Tetapi keterlambatan ini akibat lambatnya pihak pemerintah menyerahkan berkas ke Dewan.  Setelah di serahkan oleh pemerintah.”Kita kita dewan bekerja keras siang sampai malam untuk mencari solusi yang terbaik untuk masyarakat. Yang belum teranggarkan, kita anggarkan kembali.”jelas Pangli, sapaan Pangeran Ali.
Masih menurut fraksi PPP ini mengatakan.”Kita memang bekerja keras untuk memaksimalkan penggunaan anggaran. Beberapa anggaran perjalanan dinas, memang kami kurangi. Sebab kami nilai kegiatan perjalanan dinas yang diajukan banyak hanya untuk konsultasi saja. Kegiatan seperti ini kita kurangi, kita gunakan anggaran ini ke program prioritas lainya.”jelasnya.

Nilai perjalanan dinas yang diajukan mencapai Rp 600 miliar.”Hal kita kurangi.  Untuk menghapus inilah yang butuh waktu, untuk memberi pemahaman kepada dinas-dinas terkait. Biarlah kita sama sama sakit dulu tahun ini, nanti tahun berikutnya kita bisa bernafas. Yang penting semua hutang-hutang pemerintah kepada pihak ketiga rekanan terbayarkan.”terang Pangeran Ali.

Masih Pang Ali.”Sekarang kami sudah lega, pekerjaan yang membuat kita memposir tenaga siang- malam sudah dapat dilaksanakan dengan baik.”tutup Pang Ali.

Belum diketahui apaka dana insentif untuk guru Agama yang selama ini diperjuangkan BMG Natuna masih ada dianggarkan atau telah dihapus.(herman)

Pos terkait