
Tanjungpinang,Radar Kepri-Diduga terkait pemberitaan di media mingguan Keprinews tentang perselingkuhan antara oknum Kepala Dispenda Kepri yang berinisial IS dengan Oknum pegawai Samsat inisial ‘NM’. Oknum tersebut menyekap dan mengancam akan membunuh pimpinan redaksi media tersebut
Hal ini tentu saja mengancam kebebasan pers Kota Tanjungpinang, Jenly selaku Pimred Keprinews menduga intimidasi yang dialaminya terkait pemberitaan Keprinews mengenai dugaan perselingkuhan antara dua instansi Pemerintahan. Yang mana masing-masing telah berstatus suami orang dan juga istri orang.
Menyikapi hal tersebut media ini mencoba mengkonfirmasi Jenly melalui Chat mesengger Facebook.
Jenli mengatakan dalam mesengger miliknya, kantornya mau dihancurkan oleh sejumlah preman yang diduga suruhan ‘IS, bahkan,Jenli juga mau dibunuh dan kantornya akan dihancurkan oleh preman yang sengaja di impor dari Batam.
Terkait informasi ini, media ini mencoba mengkonfirmasi IS melalui pesan singkat via SMS terkait ancaman oleh Pimred Keprinews.
Hingga berita ini dimuat belum ada jawaban dari IS Sudah 1×24 jam, sms singkat tersebut dilayangkan juga belum ada balasan dari IS.(akok)








Bagusnya cari jejak jenly dimana skrng, telusuri dr cctv maupun lainnya.
Setelah dapat infonya, bagusnya cari orang yang bisa di percaya (jangan yang ada kasus orangnya=membasmi kebenaran ntar jadinya) tuk jemput si jenly.
Gali kebenaran langsung dari si jenly dan kumpulkan seluruh media sosial (sekarang kita buka2an aj(sumber ahok,,hehe), supaya semua orang tau kebenarannya.
Berani atas kebenaran
Mati akan kebenaran, surga balasannya.