Warga Dusun Kampung Tengah Krisis Air Bersih

Sumber mata air yang selama ini menjadi andalan warga dilaporkan mengering total, menyebabkan distribusi air ke rumah-rumah warga terhenti. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat, mulai dari kebutuhan mandi, mencuci, hingga memasak.

Warga mengaku memahami bahwa kekeringan dipicu faktor alam akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Namun demikian, mereka menilai kondisi ini seharusnya tidak terus berulang tanpa adanya langkah antisipatif dari pemerintah setempat.

“Kalau bisa pemerintah membangun sumur pompa air umum dari dalam tanah. Jadi saat kemarau seperti ini, kami tetap punya akses air bersih,” ujar seorang warga Kampung Tengah kepada Radar Kepri.

Berdasarkan keterangan warga, krisis air bersih bukan kali pertama terjadi. Hampir setiap musim kemarau, Kampung Tengah kerap mengalami persoalan serupa tanpa solusi jangka panjang yang jelas.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait kesiapsiagaan pemerintah desa maupun kabupaten dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat, terutama di wilayah yang secara historis rawan kekeringan. Padahal, pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya seharusnya menjadi dasar perencanaan penyediaan sumber air cadangan.

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar. Ketergantungan penuh pada sumber alam tanpa upaya mitigasi dinilai berisiko memperpanjang penderitaan warga setiap kali kemarau datang.

Masyarakat berharap pemerintah tidak sekadar menunggu perubahan cuaca, tetapi segera menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan agar krisis air bersih di Kampung Tengah tidak terus berulang dari tahun ke tahun. (Farhan)

Pos terkait