Ratusan Juta Lebih Biaya Bahan Bakar di Setda Lingga Diduga Diselewengkan

Kantor Bupati Lingga.

Lingga, Radar Kepri-Sakit-sakitan dan sering bolak- balik ke Batam untuk berobat memerlukan biaya besar, berupa bahan bakar minyak (BBM) membuat anggaran BBM di Sekretarian Daerah (Sekda) Kabupeten Lingga “bocor” dan rawan diselewengkan untuk kepentingan pribadi.

Hal ini terungkap saat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kepri melakukan audit penggunaan uang APBD Lingga Tahun Anggaran 2025 di Setda Lingga di pos anggaran Belanja Bahan Bakar dan Pelumas. Nilai dugaan penyelewengan anggaran tak tanggung-tanggung mencapai Rp 402 975 000.

Temuan dugaan penyalahgunaan anggaran Bahan Bakar di Setda Kabupaten Lingga ini merupakan 1 dari 12 temuan lain dari pos belanja.

Sebelas temuan lain adalah :

(1) Pembayaran Belanja Gaji dan Tunjangan tidak sesuai ketentuan.

(2). Kekurangan pemotongan pajak penghasilan pasal 21 atas gaji dan tunjangan Dewa Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

(3).Realisasi belanja honorarium tidak sesuai ketentuan pada sebelas Perangkat Daerah (PD).

(4). Kekurangan volume belanja bahan-bahan bangunan dan kontruksi pada DPUTR.

(5).Kekurangan volume belanja pemeliharaan pada sekretariat daerah (Setda).

(6). Realisasi belanja jurnal/Surat Kabar/ Majalah pada 14 perangkat daerah tidak sesuai ketentuan.

(7). Realisasi belanja bahan bakar dan pelumas di Sekretariat Daerah (Setda) tidak sesuai peruntukan.

(8) Realisasi belanja barang persediaan untuk diserahkan pada pihak lain pada Disdikpora dan DPUTR tidak sesuai ketentuan.

(9). Realisasi belanja jasa tenaga ahli pembuatan Renstra dan pohon kinerja tidak sesuai ketentuan.

(10). Realisasi belanja perjalanan dinas pada empat perangkat dinas tidak sesuai ketentuan.

(11). Pembayaran belanja dana bantuan operasional satuan operasional dinas pendidikan tidak sesuai ketentuan.

(12). Kekurangan volume, ketidaksesuaian nominal pembayaran dan spesifikasi teknis, serta denda keterlambatan belum dikenakan atas 14 paket pekerjaan belanja modal pada 6 perangkat daerah.

Hingga berita ini dimuat, upaya konfirmasi masih dilakukan media ini dengan sejumlah pihak terkait berita diatas, namun belum berhasil.

Media ini juga membuka ruang klarifikasi dan hak jawab pada semua pihak terkait temuan BPK Provinsi Kepri di kabupaten Lingga. (redaksi)

Pos terkait