Lingga, Radar Kepri — Warga Pulau Pongok, RT 11/RW 05 Dusun 03 Desa Penaah, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mengaku merasa dianaktirikan akibat minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dan transportasi pendidikan di wilayah mereka.
Keluhan itu mencuat setelah pelabuhan di pulau tersebut dilaporkan ambruk. Kondisi itu dinilai semakin memperburuk akses masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus menggunakan sampan untuk menuju tempat belajar.
“Anak-anak sekolah terpaksa pakai sampan untuk pergi belajar karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil. Mungkin karena kami ini masyarakat minoritas, jadi tidak pernah diperhatikan. Tolong dimuat dalam berita,” ujar seorang warga Pulau Pongok kepada redaksi radarkepri.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (19/5/2026).
Warga juga menyoroti sikap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari daerah pemilihan Senayang yang dinilai hanya aktif saat masa kampanye.
“Ketika kampanye, semua anggota dewan datang ke pulau kecil kami ini dan mengumbar banyak janji. Namun setelah terpilih, mereka lupa dengan janji-janji tersebut. Jangankan menepati janji, datang melihat kondisi masyarakat saja tidak pernah. Bahkan saat pelabuhan ambruk pun tidak ada perhatian,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lingga maupun wakil rakyat dari Dapil Senayang segera turun tangan menangani persoalan infrastruktur dan transportasi di Pulau Pongok, agar aktivitas warga dan keselamatan anak-anak sekolah tidak terus terabaikan.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait masih terus dilakukan. (Aliasar)








