
Radar Kepri, Linga- Ditengah banyaknya berita miring soal anggaran APBD Kabupaten Lingga, dan belum tuntasnya RANPERDA pertanggungjawaban APBD tahun 2025. Satu nama kembali menjadi perhatian Maya Sari..
Setelah rapat paripurna mengenai keuangan daerah yang sebelumnya dijadwalkan pada tanggal 16 Juni 2026 gagal lantaran tidak mencapai kuorum. Yang mana hanya 9 dari 25 anggota Dewan yang bisa hadir di forum tersebut.
Maya sari selaku ketua DPRD menyatakan penjadwalan ulang akan diserahkan kepada Badan Musyawarah (BANMUS), namun menurut info yang didapat sudah 2 kali undangan dari BANMUS diabaikan oleh para anggota Dewan.
Parahnya lagi Ketua DPRD sekaligus pimpinan BANMUS, Maya Sari terpantau malah sibuk menghadiri acara-acara diluar daerah. Yang terbaru beliau terpantau menghadiri POPDA X Kepri di Karimun.
Ini sontak menjadi perhatian publik, disaat keuangan daerah sedang kacau seperti saat ini, urgensi apa yang membuat Ketua Legislatif kita itu malah menyempatkan diri menghadiri acara seremonial seperti itu?
Banyak masyarakat menggap ketidak hadirannya banyak anggota dewan dalam rapat paripurna tersebut menunjukan sikap tidak respect terhadap pimpinan yaitu Maya Sari.
Sikap Maya Sari yang lebih memilih menghadiri acara seremonial dibanding mengebut terselenggaranya Ranperda juga merupakan sikap tidak memprioritaskan kewajibannya sebagai pimpinan Legislatif.
Karna hal ini banyak ASN menanyakan mengenai SPPD ketua Dewan, karna setelah berlaku efisiensi anggaran banyak OPD mengaku sulit melakukan perjalanan dinas, namun itu tidak berlaku untuk Ketua DPRD kita.
Pernyataan ini membuat sebuah tanda tanya besar, apakah saat ini sedang terjadi pilih kasih diantara OPD di wilayah kerja Kabupaten Lingga, karna beberapa OPD terlihat kesulitan anggaran dan yang beberapa terlihat makmur untuk belanja ATK dan melakukan perjalanan Dinas.(Farhan)







