Radar Kepri, Lingga – Hampir 22 tahun sejak dimekarkan menjadi kabupaten, infrastruktur dasar di Lingga masih jauh dari kata layak. Salah satu persoalan yang mencolok adalah minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah ruas jalan, yang hingga kini belum terselesaikan.
Kondisi ini mudah ditemui, misalnya di Jalan Dato Kaya Montel, Lingga. Setiap malam, jalanan gelap gulita. Pengendara hanya mengandalkan lampu kendaraan sebagai satu-satunya sumber cahaya. Situasi ini bukan hanya merepotkan, tapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Sudah 22 tahun jadi kabupaten, tapi jalan masih gelap. Apa pemerintah tidak punya prioritas?” ungkap salah seorang warga dengan nada geram.
Masyarakat menilai Pemkab Lingga lebih sibuk menggelar acara seremonial ketimbang fokus pada pembangunan infrastruktur. “Daripada bikin pesta, undang artis dari Malaysia segala, lebih baik dana itu dipakai untuk memperbaiki jalan yang banyak lubang dan minim lampu,” keluh seorang warga Kampung Cenut.
Kritik kian deras karena anggaran daerah kerap dihabiskan untuk kegiatan hiburan yang memakan biaya besar, sementara kebutuhan dasar warga—penerangan jalan, perbaikan jalan rusak, hingga kesejahteraan—seolah terpinggirkan.
Masyarakat kini menuntut Pemkab Lingga lebih peduli pada keluhan nyata warganya. Bukan sekadar menghadirkan hiburan sesaat, melainkan memberikan solusi konkret terhadap masalah infrastruktur yang tak kunjung ditangani.(Farhan)








