Mantan Sekwan Lingga Diduga mengidap “Psikopat”

Rizal, warga yang dibentak eks Sekwan Lingga, Saparuddin.

Lingga, Radar Kepri = Mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Prov Kepri) Safaruddin, diduga mengidap penyakit “psikopat”.

Pasalnya, setiap ada permasalahan Safaruddin selalu menanggapi dengan emosional yang tinggi.

Buktinya, pada tahun 2024 lalu, Safaruddin juga bermasalah dengan Kepala biro Wartawan radar Kepri.com Aliasar, Suami Ketua DPRD Kab Lingga Mayasari ini juga mengancam Aliasar.

Pengancaman berawal ketika Aliasar menulis selalu kritis kasus dugaan korupsi pengadaan tanaman bonsai dikantor Bupati kab Lingga, yang melibatkan istri Bupati Maratusholeha.

Bahkan hingga 2025 ini kasus penganxaman tersebut masih mengendap di Polda Kepri

Kemudian beberapa hari lalu Safaruddin yang saat ini menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lingga itu juga memrahi dan membentak  seorang masyarakat Desa Sekanah, Kecamatan Lingga Utara bernama Rizal.

Rizal di caci maki bahkan diajak adu fisik di Rumah Makan Sawit Daek Lingga. Sehingga kata-keta yang tidak seharusnya diucapkan keluar dari mulut seorang pejabat

Namun, Rizal memilih menenangkan diri karena tidak mau bermasalah hukum. ” ketika saya dicaci maki dan duajak berkelahi, Saya memilih diam karena, saya tidak mau bermasalah dengan hukum,”kata Rizal.

Namun tambah taizal, jika sapar benar- benar mau mengajaknya adu fisik, rizal siap. Kapan waktu dan dimana tempatnya pihaknya siap melayani Suami Mayasari tersebut.

” Saya tidak pengecut juga bang, saya tidak mau bermasalah hukum. Jika Safar memang betul menginginkan adu fisik dengan saya, saya selalu siap 24 jam. Tapi buat surat perjanjian bahwa tidak ada diantara kedua belah pihak. Saya mau melayaninya kapan saja,” ucapnya tegas

Sementara sumber lain menduga terkait insiden tersebut, pihaknya tidak meyakini perbuatan Safar se arogan itu karena sapar pejabat pemerintahan.

“Saya tidak yakin safar se arogan iti, karena dia pejabat. Bisa saja dua melakukan hal tersebut diluar kesadaran. Bisa saja dalam pengaruh alcohol atau benda lainya,” kata sumber yang tidak mau namanya dipublikasi.

Berikut ciri-ciri orang yang mengalami psikopat.

Psikopat adalah suatu istilah yang menggambarkan seseorang yang tanpa perasaan, emosi, dan hati nurani. Namun, sebutan medis yang pas untuk kondisi ini sekarang ini tidak psikopat, tetapi gangguan kepribadian antisosial.

Seseorang dengan kondisi ini bisa menunjukkan sikap yang sangat berkebalikan dengan norma sosial, kesulitan membedakan tingkah laku yang baik dan buruk, tidak punya rasa empati, dan kurang bertanggung jawab.

Tidak hanya itu, mereka juga bisa menunjukkan sifat gegabah, manipulatif, dan kasar pada orang lain.

Gejala dari kelainan kesehatan mental ini sebenarnya hampir sama dengan gangguan kepribadian narsistik. Meski begitu, seseorang dengan psikopat cenderung kurang tekun dan disiplin.

Selain itu, perlu pula pemahaman yang benar bahwa tidak semua orang dengan kondisi psikopat adalah pelaku kriminal.

Selanjutnya, Apa yang menjadi penyebab psikopat belum bisa diketahui dengan pasti. Meski begitu, beberapa kondisi berikut ini bisa menjadi pemicunya:

1. Gangguan fungsi otak

Pengidap psikopat mengalami penurunan aktivitas terhadap bagian otak yang terlibat dalam emosi, empati dan pengambilan keputusan. Bagian ini adalah amygdala, insula dan korteks prefrontal.

Gangguan fungsi otak ini menurunkan respon terhadap rangsangan emosional dan tindakan pengidap.

Dampaknya, mereka cenderung memilih keputusan yang buruk dan tidak mampu mengontrol emosi.

2. Genetik

Kelainan genetik hasil pewarisan sifat dari orang tua berpotensi menimbulkan gangguan kepribadian antisosial, termasuk psikopat.

Kondisi ini lebih rentan terjadi pada seseorang yang memiliki orang tua dengan gangguan mental.

Namun, gangguan kepribadian antisosial tidak sama dengan introvert. Cari tahu apa saja perbedaan keduanya dalam artikel dengan judul Jangan Samakan Kepribadian Antisosial dan Introvert.

3. Trauma

Pelecehan atau kekerasan pada anak bisa membentuk kepribadian psikopat saat dewasa.

Kondisi ini umumnya muncul pada orang yang tumbuh besar pada lingkungan keluarga dengan ekonomi sulit.

Trauma juga bisa terjadi akibat perkelahian dengan orang tua, menjadi saksi KDRT dan pola asuh yang salah.

Orang tua yang sering melontarkan kata kasar dan menelantarkan anak juga menjadi penyebabnya.

Selain itu, kelainan yang terjadi pada struktur otak yang bertugas untuk mengendalikan emosi juga bisa membuat seseorang mengembangkan perilaku psikopat.

Kelainan ini bisa muncul karena mengalami cedera selama periode perkembangan otak. Bahkan, kelainan ini bisa berpengaruh pada respons tubuh akan sesuatu hal.

Misalnya, kamu melihat tindak kekerasan, biasanya kamu mengalami jantung yang berdebar lebih cepat, napas memburu, dan telapak tangan menjadi berkeringat.

Terkait uraian diatas, hingga berita ini diunggah, upaya konfirmasi masih dilakukan kepada pihak terkait lannya, namun belum berhasil. (Aliasar)

Pos terkait