Lingga, Radar Kepri – Penunjukan Safarudin sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, menuai sorotan tajam. Di tengah tuntutan optimalisasi pendapatan daerah, kinerjanya dinilai belum menunjukkan hasil signifikan, bahkan disebut berkontribusi pada tekanan fiskal daerah.
Safarudin sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Lingga. Ia dimutasi ke posisi strategis di Bapenda tidak lama setelah istrinya, Maya Sari, dilantik sebagai Ketua DPRD Lingga. Pergeseran jabatan ini memicu pertanyaan publik terkait aspek profesionalisme dan kompetensi.
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa kondisi kas daerah dalam beberapa waktu terakhir kerap mengalami tekanan. Ia menilai, hal tersebut berkaitan dengan belum optimalnya kinerja Bapenda dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Sejak menjabat, belum terlihat langkah konkret atau inovasi dalam peningkatan PAD. Dampaknya terasa pada keterlambatan pembayaran hak pegawai, seperti THR dan TPP, serta sejumlah kegiatan pembangunan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Selain itu, sumber tersebut juga menyinggung gaya kepemimpinan Safarudin yang dinilai kurang kondusif. Ia menyebut adanya respons emosional terhadap kritik, meski pernyataan tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
Situasi ini memunculkan spekulasi di tengah publik dan internal birokrasi terkait dasar penunjukan Safarudin. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah keputusan tersebut murni berbasis kapasitas profesional atau dipengaruhi kedekatan personal dengan lingkar kekuasaan, mengingat relasi keluarga dengan pimpinan DPRD serta kedekatan dengan Bupati Lingga, M. Nizar.
“Publik tentu berharap jabatan strategis diisi oleh figur yang memiliki kompetensi dan rekam jejak yang jelas, apalagi di tengah kondisi keuangan daerah yang menantang,” kata sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Safarudin masih terus dilakukan. Nomor telepon yang bersangkutan belum memberikan respons. Hal serupa juga terjadi saat media ini mencoba menghubungi Bupati Lingga, M. Nizar, guna memperoleh klarifikasi resmi atas berbagai kritik yang beredar.(Aliasar)








