
Lingga, Radar Kepri-Sekda Lingga, Armia, dilaporkan hanya masuk kantor sekitar satu minggu dalam sebulan dengan alasan berobat ke luar daerah (Batam).
Namun gaji dan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) tetap diterima armia ful. Sehingga menjadi sorotan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) lainya yang berkerja di Pemerintahan yang dipimpin M Nizar S Sos.
Narasumber dari ASN yang meminta indentitas nya itu mempertanyakan mengapa hak keuangan berupa gaji dan TPP tetap diterima secara penuh meskipun kehadiran tidak maksimal.
“Tapi gaji dan TPP yang diterimanya utuh” kata sumber dari ASN yang meminta indentitas nya itu melalui sambungan telpon Santu (23/05/2026).
“Kedisiplinan ASN di Lingga memang tidak susah ditegakkan karena BKPSDM seakan takut menjalankan tugasnya selaku pembina ASN di Kabupaten Lingga.”kata sumber itu.
Sumber juga mempertanyakan mengapa harus berobat hingga ke Batam Sementara, RSUD ada dua di Kabupaten Lingga.
“Jika tenaga medisnya kurang kompeten ya cari tenaga medis yang kompeten. Jika alkes tidak lengkap cukupkan lah, yang belikan bukan uang pribadi nuga kan dari pajak rakyat,”pungkanya.
Selain itu lanjut sumber, Istri Sekda Qamariah Armia, yang menjabat sebagai Sekretaris di Kesbangpolinmas, juga dilaporkan jarang masuk kantor dengan alasan mendampingi suaminya berobat.
Diduga engganya BKPSDM menegakkan disiplin disinyalir ada hubungan kekerabatan antara Kepala Kesbangpolinmas (Jasmat) dengan istri Sekda, yang diduga menjadi alasan mengapa tidak ada teguran disiplin yang diberikan.
Terkait uraian diatas, hingga berita ini ditayangkan, redaksi radarkepri.com terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait lainya. (Aliasar)







