' '
| | 1.460 kali dibaca

3 Saksi Dari Polres Bintan Tidak Kenal Nama 39 Pemilik Alas Hak

Tiga dari 4 saksi yang dihadirkan kuasa hukum.Polres Bintan.

Tiga dari 4 saksi yang dihadirkan kuasa hukum.Polres Bintan.

 

Tanjungpinang, Radar Kepri-Sidang pra peradilan yang diajukan Acok alias Haryadi melalui kuasa hukumnya terhadap Polres Bintan. Hari ini, Senin (07/03) kembali digelar dengan agenda mendengarkan keterangan 4 orang saksi dari pihak termohon (Polres Bintan,red).

Saksi Mulyadi dan Irianto yang menjabat ketua RT setempat mengetahui lokasi yang diklaim Hengky telah tambang itu dikelola Harahap.”Pak Harahap itu orang kepercayaan pak Acok.” kata Mulyadi begitu juga dengan Irianto.

Namun dari 39 nama yang diserahkan Hengky Suryawan ke Acok, tidak satupun Mulyadi tidak mengenal nama-nama itu.”Tidak ada nama warga saya seperti yang bapak sebutkan tadi.”tegas Mulyadi.

Irianto, ketua RT 02 RW 01 kampung Telaga Biru.”Ada 80 KK disitu.”katanya. Namun dari 39 nama yang ada dalam.pemilik persil surat tanah yang dibacakan Hendie, Irianto tidak satupun Irianto mengenalnya.

Saksi ke tiga, Basmar alias Basok merupakan karyawan Hengky Suryawan yang bertugas menjaga lahan tersebut. Dan mendengar ada jual beli lahan antara Acok dengan Hengky.

Setelah penambangan berjalan, saksi mengaku tidak bekerja lagi dengan Hengky tapi bekerja dengan Harahap.”Saya bekerja sejak tahun 1990 sama pak Hengky. Diminta menjaga lahan, karena menurut pak Hengky, lahan seluas 72 hektar . Dan tahu betul itu lahan aset PT Inter Karya, milik pak Hengky.”katanya.

Hendie mempertanyakan nilai jual beli.”Saya tidak tahu nilai jual belinya. Kalau luasnya sekitar 72 hektar milik PT yang berkantor di Bintan Mall.”katanya.

Namun saksi mengaku pernah dengar ada orang memiliki surat tapi tidak ada tanahnya.”Tapi saya tidak tahu dan kenal, nama-nama itu. Dari 39 alas hak itu tidak ada nama orang tua saya, yaitu Abdul Rasyid.”katanya.

Prof Dr Sarjiono SH MHum, ahli hukum administrasi (tata negara). Hendie meminta kompentensi ahli karena tata negara.”Kami keberatan Yang Mulia, kami ingin mencari kebenaran pidan materil dan formil.”kata Hendie.

Hakim tunggal, Jupryadi SH M Hum mengingatkan kuasa hukum Polres Bintan agar menyebut ahli saja.”Tidak ada dalam KUHAP yang namanya saksi ahli. Ini sudah salah kaprah, sebut beliau ini ahli bukan saksi ahli.”tegas Jupryadi SH MHum.
Pemohon meminta ahli menjelaskan, hukum administrasi ada dalam hukum tata negara.objek cakupan merupakan pejabat publik.sah dan tidaknya putusan yang diambil kebijakan yang diambil pejabat maupun pemerintah.
Pemohon menerangkan SP3 yang diterbitkan setelah melakukan petunjuk namun sampai 2 kali berkas dikembalikan hingga akhirnya terbit SP3. Ketua majelis hakim kembali mengingatkan agar pemohon tidak langsung ke fakta namun menyampaikan secara ilustrasi.”Apakah rekomemdasi dari Biro Wassidik itu intervensi atau tidak?”.tanya Jupriyadi SH MHum.

Namun jika terjadi kontradiktif, maka atasan yang menerbitkan mandat dapat mengambil alih mandat. Terkait kewenangan kepolisian menerbitkan SP3, suatu keputusan dari polisi bersifat memback-up dari atas (pimpinan).”Disini tidak bisa dikatakan intervensi. Bisa dikatakan intervensi jika ada kepentingan pribadi.”terangnya.

Dalam perkap Kapolri ada larangan intervensi tapi kalau dilakukan lembaga.”Itu bukan intervensi tapi pembinaan, kendali dalam menjalankam fungsi organisasi Polisi.”terang ahli.

Hendie Devitra SH MH dalam prolog menyampaikan ada indikasi ahli “menggiring” kearah administrasi pemerintahan.”Saya minta ketegasan. Karena pengadilan ( forum ini) yang menentukan sah atau tidaknya SP3 inj.”kata Hendie.

Jupryadi SH MHum kemudian menerangkan apa yang disampaikan ahli merupaka  pendapat dan itu sesuai dengan kompetensi ahli. Persidangan dilanjutkan besok, Selasa (08/03) dengan agenda pembacaan kesimpulan dari kedua belah pihak.(irfan).

Ditulis Oleh Pada Sen 07 Mar 2016. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda