
Lingga Radar Kepri-Ambruknya Pelabuhan di Pulau Pongok, Desa Penaah, Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, memakan tiga korban, Senin (18/05/2026)
Ketiga korban tersebut merupakan anak=anak yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) Sato Carolus Boromeus ujung beting, satu lelaki dua orang wanita. yang hendak berangkat pergi sekolah.
Ketiga korban tersebut diantaranya, Meilisa, Ayel dan Rita. Ketiga korban masih duduk di Sekolah Dasar. Ketiga korban dilarikan ke Puskesmas setempat utuk perawatan medis. Karena mengalami luka-luka pada bagian kaki.
Dengan ambruknya pelabuhan tersebut, membuktikan kebobrokan pemkab lingga. Terkesan tebang pilih dalam membangun.
Ironinya, kantor infrastuktur di Pemkab Lingga berupa mess kantor Kejaksaan dan Kantor Kodim dibangun sangat megah. Namun kantor kodim tersebut sejak dibangun 2 tahun silam hingga saat ini, belum ditepati. Sehingga pemkab Lingga, terkesan tidak perduli dengan masyarakatnya.
Kades Penaah, Mariana mengaku tidak ada korban dalam musibah di Pelabuhan Pongok, Desa Penaah.”Alhamdulillah tak ada pak
Itu pelabuhan yg dibuat warga dr kayu klo yg beton sudah lama roboh.Kayunya dah lapok”Tulisnya. Namun ketika media ini menyampaikan ada korban dan foto para korban, Kades menuliskan.”Saye cek balik pak terimakasih.”tulisnya.
Robohnya pelabuhan Pongok ini menjadi bukti ketidakpedulian Pemkab Lingga atas kebutuhan mendesak masyarakat. Karena lambanya perbaikan pelabuhan lama telah rusak parah tak kunjung dilaksanakan.
Masyarakat akhirnya membangun pelabuhan kayu dengan swadaya sehingga pelabuhan kayu-pun roboh dan mengakibat 3 tunas bangsa terluka. Mungkinkah Pemkab Lingga menunggu ada korban jiwa baru hati nuraninya tergerak membangun pelabuhan yang layak pakai ?. Atau mungkinkah ada pejabat Lingga yang tertimpa musibah di pelabuhan itu, baru bergegas merehabilitasi pelabuhan tersebut.?.(aliasar/red)







