' '
| | 1.191 kali dibaca

Razia Malam Ini, Petugas Tutup Paksa Café Liberty

Cafe Liberty di kawasaan pujasera Suka Berenang yang ditutup paksa tim gabungan Satpol PP karena masih buka di bulan Ramadhan ini.

Cafe Liberty di kawasaan pujasera Suka Berenang yang ditutup paksa tim gabungan Satpol PP karena masih buka di bulan Ramadhan ini, Kamis (24/07) dini hari.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Tutup saja pintunya separuh, ngapain di tutup semua. Permain dadu guncang alias cingkoko saja nggak ada tutup-tutup. Inilah sepenggal kalimat yang terucap dari seorang laki-laki yang di duga membeking Café Liberty di Pujasera Suka Berenang ketika tim gabungan menggelar razia, Kamis (24/07) dini hari.

Namun ocehan laki-laki tersebut tak digubris petugas gabuangan yang menggelar razia rutin selama bulan Ramadhan ini. Petugas membubarkan pemain biliar dan menyuruh pengunjung café di lantai II tersebut keluar.

Razia malam ke 27 bulan suci Rahmdhan tim Satpol PP di back TNI dan Polri ini di pimpin kasi operasional Supriadi. Selain café dan tempat hiburan malam (THM), warnet dan billiard tim ini juga menyisir sejumlah lokasi perjudian cingkoko. Serta lokasi-lokasi yang dinilai rawan bagi remaja untuk berpacaran.

Awalnya, tim gabungan menyisir lokasi Pinang Marina di Rimba Jaya, di lokasi remang-remang yang biasanya di gunakan ini, tim membubarkan muda mudi yang berpacaran di sela hutan bakau.

Kemudian tim bergerak ke arah Bintan Plaza (BP) memantau puluhan tempat karaoke alias cafe yang ada di daerah tersebut. Namun tidak menemukan satupun tempat karaoke yang beroperasi di BP malam ini.

Setelah itu, tim Satpol PP menyisir Bintan Centre di kilometer 9, memantau karaoke Inul Vista dan Bagio. Petugas tidak menemukan tempat karaoke itu beroperasi.

Dalam perjalan pulang ke markas Satpol PP, tim menyisir lokasi Pujasera Suka Berenang di Jalan Ir Sutami. Ternyata, dilokasi ini terdapat sebuah tempat biliar yang masih buka, namun dilantai II terdapat café yang bebas beroperasi bernama Café Liberty. Meskipun telah larut malam, ternyata tempat billiard dan café itu masih beroperasi melewati batas waktu operasional yang ada di dalam surat edaran Walikota Tanjungpinang.

Tim gabungan ini dengan tegas menyuruh pemilik cafe Liberty itu untuk menutup tempat billiard dan karaoke tersebut. Pantaua media ini di lapangan, saat petugas membubarkan para pemain yang ada di dalam billiard Liberty. Datanglah seorang bapak-bapak yang berpakaian bebas mendatangi billiard itu. Dengan santau si bapak itu mengatakan pada penjaga billiard itu.”Tutup aja pintunya separuh dan ngapain di tutup, pemain dadu guncang alias cingkoko saja nggak ada tutup-tutup.”celoteh bapak itu.

Pantauan media ini di lapangan, terlihat masih saja terllihat pemilik tempat karaoke dan billiard serta warnet yang beroperasi dan tidak mematuhi surat edaran Walikota Tanjungpinang, sehingga terkesan surat larangan yang ada di edaran walikota itu tak berguna.(chendy)

Ditulis Oleh Pada Jum 25 Jul 2014. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek