' '
| | 1.205 kali dibaca

Pesta Narkoba Dengan Bini Muda, Pegawai PT Pelindo Diadili

Juhairi dan Dewi

Terdakwa pemakai narkoba jensi SS, Juhairi dan bini mudanya,Dewi ketika di adili di PN Tanjungpinang, Kamis 25 Maret 2013.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Dibalik setiap musibah selalu ada berkah, sepertinya pameo ini tidak berlaku bagi Juhairi alias Heri (41). Buktinya, usai pegawai Pelindo I Kijang ini mengalami musibah, ban mobilnya masuk kedalam parit. Dan rekannya, Guntur Saputra berniat mendorong mobil, tiba-tiba muncul patroli lalu lintas Polres Tanjungpinang yang menemukan narkoba jensi Sabu-sabu (SS).

Awalnya polisi mau menolong, melihat tubuh Guntur, rekan Juhairi sempoyongan ketika berjalan keluar mobil, petugas curiga dan melakukan penggeledahan. Hasilnya, polisi menemukan 5 paket  narkotika jenis Sabu-sabu (SS) yang disimpan dalam plastic transparan dibalut tisu yang disimpan dalam kaleng rokok Jie Sam Soe merek Gold. Polisi juga menemukan 3 buah alat hisap SS berupa bong, dimana dua bong telah dipakai.

Setelah mobil berhasil dikeluarkan, Juhairi, Guntur dan Dewi Susanti (28) dibawa ke Satuan Narkoba Polres  Polres Tanjungpinang untuk pengusutan lebih lanjut. Hasil tes urine Juahairi dan Dewi positif mengandung MDMA narkoba jenis SS, begitu pula dengan Guntur. Akhirnya, Guntur Saputra yang disidangkan secara terpisah dengan terdakwa Juhairi dan Dewi Susanti dijebloskan kepenjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Terdakwa Juhairi dan Dewi Susanti dijerat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maruhum Tambunan SH MH dan R Sanjaya SH melanggar pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009, atau kedua pasal 127 ayat (1) huruf a UU yang sama. Dalam persidangan dengan terdakwa Juhairi, ketua majelis hakim Jarihat Simarmata SH MH menanyakan pada terdakwa Juhairi.”Apakah dalam menghadapi persidangan ini, saudara didampingi pengacara ?.”Tanya Jarihat Simarmata SH MH.

Terdakwa Juhairi menjawab,”Saya tidak didampingi pengacara, maju sendiri saja.”katanya. Hal senada diungkapkan Dewi yang ternyata merupakan istri muda Juhairi.

Ketika sidang Juhairi usai digelar, seorang laki-laki yang telah berumur diatas 60 tahun menyampaikan amplop berupa dokumen yang berisi keterangan identitas terdakwa Juhairi.”Mohon maaf  bapak hakim yang mulia, saya ingin menyampaikan data yang sebenarnya tentang terdakwa Juhairi.”kata orang laki-laki tersebut.

Jarihat Simarmata SH MH menyarankan agar data tersebut disampaikan melalui Kejaksaan. Usai sidang, orang tua tersebut menyerahkan data berupa surat pernyatan dari kepala kantor Pelindo yang menerangkan bahwa Juhairi merupakan pegawai PT Pelindo dan Kartu Keluarga (KK). Didalam KK tersebut tertulis, status Juhairi menikah dengan Nurlela dan memiliki dua orang anak. KK tersebut diterbitkan oleh kantor lurah Dumai, Pekanbaru. Namun Maruhum Tambunan SH MH enggan menerimanya.”Saya merasa dibohongi, dia (Juheri) bilang pekerjaannya swasta.”elak Maruhum.

Pantauan media ini dilapangan, selama proses persidangan terlihat seorang wanita berjilbab yang dengan tekun mencermati setiap dakwaan yang dibacakan jaksa. Wanita tersebut membawa dua orang anak yang masih dibawah umur, usai persidangan wanita yang diduga istri tua Juhairi terlihat emosi dan sempat terjadi ketegangan.”Jangan rebut-ribut disini. Ramai orang. Malu kita.”bisik Juhairi.

Dewi Susanti, wanita bertubuh bongsor dan bohay ini mengaku istri kedua Juhairi. Ini tentu saja aneh, mengingat Juhairi merupakan pegawai PT Pelindo, sebuah perusahaan plat merah. Artinya Juhairi Pegawai Negeri Sipil.”Gara-gara Dewi itu-lah dia pindah Dumai ke Kijang. Dan meninggalkan istri tuanya di Dumai bersama dua anaknya.”bisik sumber media ini.

Tidak tertutup kemungkinan, Juhairi menikahi Dewi tanpa ijin dari Nurlela, istri yang telah memberinya dua buah hati. Kemudian, mungkin saja terjadi pemalsuan keterangan oleh Juhairi sehingga bias mulus menikah dengan Dewi. Dan, mengingat Juhairi adalah PNS, perlu dipertanyakan, apakah Juhairi sudah mendapatkan ijin dari pimpinannya untuk tambah bini ?. Mengingat alasan Juhairi untuk tambah bini tidak ada selain melampiaskan nafsu sahwatnya. Karena, jika alasannya tambah bini untuk keturunang, faktanya, Juhairi memiliki dua anak dari perkawinannya dengan Nurlela.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Jum 26 Apr 2013. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda