'
| | 953 kali dibaca

Masyarakat Pulau Berhala Tagih Janji Sani dan Daria

Pemuda Pulau berhala Kabupaten Lingga gotong royong untuk memperbaiki Ujung pelabuhan berhala dengan alat seadannya

Pemuda Pulau berhala Kabupaten Lingga gotong royong untuk memperbaiki Ujung pelabuhan berhala dengan alat seadannya.

Lingga, Radar Kepri-Masyarakat pulau Berhala menagih janji Bupati Lingga, Drs Daria dan Gubernur Kepri H M Sani agar ditepati. Kedua petinggi ini berjanji untuk membangun infrastruktur di Pulau Berhala, juga berjanji akan mengembangkan destinasi pariwisata di pulau yang pernah di klaim Provinsi Jambi ini.

Tuntutan ini disampiak dalam acara syukuran sepekan usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengembalikan pulau Berhala ke pangkuan wilayah Kabupaten Lingga. Waktu itu, Bupati lingga Daria berjanji kepada masyarakat Berhala untuk dapat mempercepat pembangunan Berhala tahun 2013 lalu.”Tahun ini Pemkab menyediakan Rp 2 miliar untuk pembangunan pelabuhan.”katanya. Bupati juga meminta kepada jajaran SKPD untuk memasukkan program anggaran pada perubahan APBD nanti, agar pembangunan di pulau tersebut bisa semakin cepat, janji Daria saat itu. Mengingat janji yang pernah disampaikan bupati Lingga, masyarakat kemudian menagih janji tersebut, karena sampai saat ini belum ada pembangunan di Berhala.
Selain bupati Lingga, Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani, juga menebar janji, akan terus melakukan pembangunan secara berkala terhadap pulau Berhala. H M Sani berjanji akan menggelontorkan anggaran Rp 2,5 miliar untuk menggenjot pembangunan di Pulau Berhala mulai 2013 ini, ungkapmya saat syukuran di pulau Berhala.
H M Sani menilai, selain pembangunan infrastruktur.”Di Pulau Berhala juga akan mengembangkan destinasi pariwisata di pulau ini yang punya potensi wisata bahari luar biasa.”janji H M Sani.
Masyarakat Berhala yang menunggu nunggu janji Bupati lingga dan Gubernur Kepri merasa kesal dengan apa yang pernah dijanjikan oleh dua pemimpin didaerah ini tidak ada realisasinnya.”Apa yang dijanjikan Bupati Lingga dan Gubernur Kepri belum terbukti.”geram Kades Pulau Berhala, Encik Syarif.

Pembangunan di desa Berhala sejak keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengembalikan pulau Berhala ke pangkuan wilayah Kabupaten Lingga, hampir tidak ada pembangunan di pulau Berhala.”Masyarakat Berhala mendengar sendiri apa yang pernah di  janjikan Bupati Lingga dan Gubernur Kepri.”kata kades Berhala, Kamis (18/09).
Salah satu prioritas yang dijanjikan akan dibangun adalah pelabuhan Berhala yang saat ini pelabuhan tersebut rusak parah, ujung pelabuhan, tidak adalagi untuk tempat kapal bersandar.
Kades berhala merasa tertekan oleh masyarakat berhala, ketika mempertayakan pembangunan di Berhala tidak ada perubahan sama sekali.”Di bidang pembangunan, baru baru ini, pemuda Berhala mengadakan gotong royong untuk membuat sandaran kapal di ujung pelabuhan Berhala. Ujung pelabuhan tersebut sudah lama tidak dapat di fungsikan, kapal yang datang ke Berhala, tidak dapat merapat ke pelabuhan, memperihatinkan, bahkan untuk kapal sandar sudah sangat sulit, dengan Rubuhnya T pelabuhan,”ungkapnya.
Pemuda Berhala yang di bantu Kapolpos berhala Brigadir Gusni Salman mengadakan Gotong royong untuk memperbaiki Ujung pelabuhan  Berhala yang Rusak parah, batang kelapa menjadi pilihan masyarakat untuk membuat sandaran kapal.”Kita gerakkan pemuda disana, supaya pelabuhan dapat berfungsi untuk sementara. Kami melakukan gotong royong supaya pelabuhan dapat dimamfaatkan, untuk kapal sandar masyarakat Berhala maupun orang yang datang keberhala.”terang Salman. (muslim  tambunan)

Ditulis Oleh Pada Sab 20 Sep 2014. Kategory Lingga, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek