Kecewa Namun Tetap Bangga

Tim drumband SMPN 02 saat tampil dalam perlombaan.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Menjadi primadona bukanlah hal yang mudah, tim drumband SMPN 2 Tanjungpinang membangun image sebagai sekolah yang terkenal dengan kemampuan drumband nya yang selalu siap tampil bukanlah hal mudah.

Satu hal yang patut dibanggakan untuk tim besutan Norma Janiah ini adalah semangat pantang menyerah. Bernyali tidak takut. Bahkan mereka tidak takut bersaing dengan tim yang levelnya lebih tinggi. Kata-kata ‘champion never give up’ tim ini patrikan di dalam hatinya. Mereka membuktikan bahwa mereka bukanlah tim pecundang yang takut dengan lawan-lawan tangguh.

Siswa-siswi pimpinan Hariana Savitri ini dimana pun tampil akan selalu menjadi perhatian. Walau peralatan mereka masih standard bahkan di bawah peralatan SMA 1, tim ini tak gentar mengikuti kompetisi Riau Island Band Competition (RIBC) 2017 untuk yang pertama kalinya. Bersaing dengan 6 tim, tim drum battle ini masuk final bertemu dengan kakak beda angkatan, SMA 1 Tanjungpinang.

Yang lebih mengesankan, pada kesempatan kompetisi ini, tim ini membawa 18 orang peserta drum battle. Tambahan 2 orang, Fatar Syariat, sang mayor dan Zulfasla Nuzul Putra Pratama ini untuk menambah efek visual yang disesuaikan dengan tema suku laut diatas samudera luas. Dua orang ini bertugas membawa layar dan dayung. Bahkan untuk menambah keseraman tim ini menaburkan bedak di peralatannya yang menampilkan kesan dingin mencekam.

Uniknya, tim ini memiliki jargon ‘olang dayung’ saat menyajikan battle nya melawan tim Smansa yang seketika begitu mengena di hati para penonton dan ikut-ikutan menyerukan jargon tersebut. Tetapi latihan singkat untuk mengikuti kompetisi RIBC ini, tim ini pantas diberi jempol, sang pelatih drum battle SMPN 2 Tanjungpinang, Kusriman tak habisnya memuji semangat dan nyali yang dimiliki putra-putra pilihan tersebut.

Karena berbenturan dengan ujian semester tim ini tidak bisa maksimal. “Kami latihan hanya seminggu, dan h-5 baru menambah materi karena di hari itulah baru bisa efektif,” jelasnya.

Pria kelahiran Siak ini juga mengakui tim lawan menang teknik dibanding timnya. “Kalau ditanya kecewa, saya kecewa. Tetapi apapun itu mereka sudah berikan yang terbaik. Apa lagi lawan mereka anak SMA 1, yang secara skill, PBB sudah mencapai 80 persen. Tidak mengecilkan semangat anak-anak, saya tetap bangga dengan apa yang mereka peroleh, menjadi juara 2. Kita bisa beli dengan harga yang dijual mahal tanpa tawar-tawar, kita langsung beli,” urainya.

Meski tim ini berhasil dikalahkan tim Smansa, wajah petarung yang masih mengenakan kostum serba hitam yang ditambah kain merah sebagai aksesoris dengan make up ala macan, bersama tim lain kompak menyerukan yel-yel kebanggaannya.

Normajaniah, selaku Pembina dan juga pelatih drumband SMPN 2, walau terselip rasa kecewa namun tetap bersyukur dengan pencapaian siswa-siswanya. “Tetap bersyukur dan cukup puas, anak-anak sudah tampil maksimal. Namun SMA 1 memang lebih matang. Insyallah di lain waktu dengan bertambahnya usia dan pengalaman anak-anak lebih baik lagi,” urainya.

Walau hanya menyabet juara 2 namun tim ini patut diperhitungkan untuk kedepannya. Aplaus yang diberikan bukan hanya dari supporter SMPN 2, tetapi pengunjung umum pun ikut berdecak kagum melihat aksi tim ini difinal. Terlebih drum battle pertama kalinya dipertandingkan di kota Tanjungpinang dan itu diadakn oleh RIBC. Dan masih terasa asing di mata penonton. Dari tim juri, Nurahmansyah, juga mengakui dari segi teknik SMA 1 lebih unggul, dan drum battle kekurangan SMPN 2 saat menampilkan materi kedua dengan waktu yang lebih singkat dari waktu yang semestinya dan kurang padat.

“Drum battle itu ada waktunya juga dan harus bisa juga menghibur, SMA 1 tekniknya lebih tinggi, basic nya juga sudah tampak dari awal” bebernya.

Sedangkan untuk display penilaian meliputi general effect, perkusi, CG, music, kostum masuk dalam visual effect. Tim yang pasukannya paling banyak ini berjumlah 90 orang, benar-benar terkendala dengan lapangan, berbeda saat bertanding di Nongsa Open Marching band, lapangan dataran Engku Putri yang luas menjadikan tim ini tampil leluasa.

Walau raihan juara yang didapat tim ini tidak sebanyak SMAN 1 Tanjungpinang, namun untuk ukuran tingkat SMP sederajat, tim ini menjadi tim yang disegani. Dan semakin memantapkannya menjadi  tim drumband Tanjungpinang yang siap tampil meskipun dengan persiapan yang minim.

Selengkapnya prestasi SMPN 2 Tanjungpinang di kompetisi RIBC pertama 2017, juara 2 drum battle, juara 2 untuk kategori display competition dengan nilai 80, 4 poin dikalahkan tim drumband SMPN 2 Kijang dengan selisih nilai yang tipis, 81,25 poin. The best music dengan nilai 82 poin, the best field commander dengan nilai 85 poin, mengalahkan perolehan field commander SMA 1 Tanjungpinang yang meraih 80 poin. Dan juara 2 CG kontes dengan nilai 78,1 poin Sedangkan untuk the best drum major berhasil disabet SMPN 11 Bintan. Dengan nilai 75 poin.

Sedangkan untuk SD, 2 tim berlaga berasal dari Batam dan Bintan, Tanjungpinang nihil. Dan sebagai juara 1 display untu SD dimenangkan oleh SDN 011 Sekupang Batam, dengan nilai 78,35 poin, dan juara 2 SDN 04 Tanjung Uban dengan raihan nilai 76,95 poin. Kedua tim ini berhak mendapatkan Special award for kids Band.

Tim drumband SMP 2 Kijang juga berhasil merebut the best general effect dengan nilai 83 poindan the best visual ensemble nilai 82,8 poin.

Untuk tim SDN 011 Sekupang yang mengenakan kostum biru laut berpadu hitam dan kostum cg putih biru sudah diprediksi memenangkan perlombaan tingkat SD. Field Commandernya, Indah Cinta Pratiwi, tampil percaya diri dengan kostum warna gading. Walau masih sangat belia, tidak ada rasa kaku sedikit pun diwajahnya melihat tim juri.

Gadis cilik ini juga dinobatkan sebagai field commander terbaik dalam perlombaan Nongsa Open Marching Band di Batam bulan November lalu. Beberapa penonton bahkan berdecak kagum melihat aksi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut. “Masih SD saja sudah begini bagusnya, apa lagi nanti SMP ya,” ucap seorang penonton. Memasuki arena tim ini mendapat aplaus yang gempita dari para penonton.

Walau tidak seheboh SDN 011 sekupang Batam, tim SDN 04 Tanjung Uban pun cukup mendapat apresiasi.

Selengkapnya, juara display competition tingkat SMP, juara 1 SMPN 2 Kijang dengan nilai 81, 25 poin, juara 2 SMPN 2 Tanjungpinang dengan nilai 80,4 poin, juara 3 SMP 3 Tanjungpinang dengan nilai 78,7 poin, harapan 1 SMPN 11 Bintan dengan nilai 78,65 poin, harapan 2 SMPN 10 Tanjungpinang dengan nilai 78,2 poin dan posisi juru kunci SMP IT Al Madinah Tanjungpinang dengan nilai 74,75 poin.

Drum battle, juara 1 SMAN 1 Tanjungpinang, juara 2 SMPN 2 Tanjungpinang, juara 3 SMPN 3 Tanjungpinang, harapan 1 SMPN 11 Bintan dan harapan 2 dimenangkan oleh Poltekes Tanjungpinang yang mengusung tema ‘sehat bersama kami’(Lanni)

Pos terkait