' '
| | 589 kali dibaca

Jatuh Dari Lantai 3 Kampus STISIPol, Ari Fandi Dirawat di Rumah

 

Ari Fandi, mahasiswa Stisipol RHF Tanjungpinang yang menjalani rawat rumah.

Tanjungpinang, Radar Kepri-Ari Fandi, mahasiswa Stisipol Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang terjatuh dari lantai 3 kampusnya karena melakukan atraksi flying fox kini menjalani rawat rumah. Hal tersebut atas permintaan orang tuanya sendiri usai Ari Fandi menjalani perawatan dan pemeriksaan rontgen di RSUP Ahmad Tabib.

Hal tersebut dikatakan oleh Nasrun orang tua Ari Fandi saat ditemui di rumahnya di jalan Anggrek Merah, Gg Anggrek Bulan, Tanjungpinang, Kamis (31/08/2017). Nasrun mengatakan dari hasil rontgen dari RSUP ada beberapa bagian tubuh anaknya yang patah, seperti bagian tulang selangkang, bagian kanan ujung jari, tetak dibagian tangan kanan dan pergesaran siku kiri.

Adapun alasan Nasrun minta agar anaknya dibawa pulang tidak lain karena dirinya sendiri yang ingin mengobati anaknya. “Awalnya pihak rumah sakit menolak, karena masih tanggungjawab mereka dan tidak mau disalahkan bila terjadi apa-apa. Setelah saya jelaskan ini merupakan kemauan saya, pihak rumah sakit ijinkan,” ujar pria yang diketahui merupakan ahli pengobatan patah tulang ini.

Lebih lanjut Nasrun mengatakan walaupun saat ini kondisi anaknya masih terbaring ditempat tidur, keadaannya lebih baik saat pertama kali terjatuh. “Kalau mau makan harus disuapkan, karena belum bisa bergerak terlalu aktif. Mudah-mudahan dalam dua tiga minggu kedepan keadaan agak membaik.”ujar Nasrun yang biasa dipanggil pak Harun ini.

Ari Fandi merupakan mahasiswa semester 3 Prodi Sosiologi Stisipol Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang yang juga anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Ari Fandi melakukan aksi flying fox pada hari Rabu (30/08/2017) bertujuan untuk menarik minat mahasiswa kampusnya untuk menjadi anggota baru Mapala. Saat gilirannya ingin melakukan flying fox, tiba-tiba tali pengikat untuk meluncur kebawah lepas lalu terjatuh kebawah dengan ketinggian sekitar delapan meter.

Aksi mencekam tersebut sempat diabadikan seorang mahasiswa melalui video yang diambil menggunakan smartphone dengan durasi sekitar 5 detik. Teriakan histeris terdengar saat Arie Fandi terjatuh dan tubuhnya membentur tanah. (Wok)

Ditulis Oleh Pada Kam 31 Agu 2017. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda