' '
| | 1.477 kali dibaca

Horeee..Raja Amirullah Bebas “Berkeliaran”

Raja Amirullah A Pt, tertawa dan senyum usai menjalani persidangan dengan agenda putusan sela.

Raja Amirullah A Pt, tertawa dan senyum usai menjalani persidangan dengan agenda putusan sela, Kamis (12/02).

Tanjungpinang, Radar Kepri-Diskriminasi hukum terus dipertontonkan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Tanjungpinang. Terdakwa Raja Amirullah A Pt adalah bukti perlakuan “istimewa” dari aparat penegak hukum di Kepri ini. Mantan penguasa Kabupaten Natuna ini, sejak ditetapkan sebagai tersangka tahun 2014 lalu, hingga menyandang status terdakwa di Pengadilan Tipikor tak kunjung ditahan, layaknya tersangka/terdakwa tindak pidana korupsi.

Beragam penilaian negatif mencuat kepermukaan, yang paling santer adalah adanya dugaan suap dibalik tak kunjung dijebloskannya caleg gagal dari partai “Beringin” (Golkar) untuk Provinsi Kepri Dapil Anambas-Natuna ini.”Dia (Raja Amirullah,red) satu-satunya tersangka, sekarang terdakwa tindak pidana korupsi yang tak ditahan di penjara. Ada apa dengan aparat penegak hukum di Kepri ini sehingga “takut” menahan tersangka/terdakwa korupsi ini. Apakah korupsi tidak masuk lagi dalam kategori kejahatan luar biasa ?, sehingga tersangka/terdakwa tidak ditahan.”heran Sekjen LSM Lidik Kepri, Indra Jaya ketika diminta tanggapannya terhadap status bebas “berkeliarannya” terdakwa Raja Amirullah A Pt tersebut.

Indra Jaya berharap aparat penegak hukum memperlakukan tersangka/terdakwa korupsi seperti yang lainnya.”Tak adil namanya, dimana letak persamaan didepan hukum semua warga negara. Syafrizal dan Yusrizal (terdakwa korupsi pembebasan lahan) saja ditahan. Apa karena dia (Raja Amirullah, A Pt) itu mantan bupati dan politisi Golkar sehingga mendapat perlakuan istimewa.”geram Indra sapaan Indra Jaya.

Beredar pula kabar, tidak ditahannya Raja Amirullah A Pt karena disinyalir ada “skenario” untuk membebaskan dia dari hukuman penjara.”Kalau begini, bisa-bisa hukumannya hanya percobaan, layak pelanggaran bukan tindak pidana.”tuturnya.

Pihaknya berharap hakim pengawas daerah (Wasda) dan hakim pengawas di Mahkamah Agung RI menegur dan memberikan sanksi pada majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Tanjungpinang yang memeriksa dan mengadili perkara korupsi dengan terdakwa Raja Amirullah A Pt itu.”Dua rekannya (Bakhtiar dan Asmiadi), sejak ditetapkan tersangka hingga jadi terdakwa dan terpidana dijebloskan ke penjara. Tapi mengapa terdakwa Raja Amirullah A Pt tidak diperlakukan sama.”tanya Indra.

Pantaun radarkepri.com selama persidangan hari ini, Kamis (12/02), terdakwa Raja Amirullah A Pt terlihat segar bugar dan tidak nampak seperti orang sakit, sebagaimana alasannya selama ini ketika menyandang status tersangka. Usai persidangan, Raja Amirullah terlihat pula tertawa-tawa dan senyam-senyum menyalami jaksa dan tim pengacaranya.

Mengenakan kemeja lengan pendek warna putih, terdakwa Raja Amirullah A Pt yang juga pemilik apotik Garuda di Jl Bakar Batu, Tanjungpinang ini terlihat santai ketika meninggalkan area pengadilan.

Fakta ini sekaligus membantah dalih “sang” Raja Amirullah A Pt yang mengaku sakit sehingga tidak ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan). Alasan ketua majelis hakim yang juga ketua Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, sebagaimana dirilis sebuah media masa cetak terbitan lokal, yang mengatakan tidak ditahannya Raja Amirullah A Pt karena mengikuti proses di Kepolisian dan Kejaksaan yang tidak melakukan penahanan pada Raja Amirullah A Pt. Tentu saja ini terkesan “mengada-ada” karena, kejahatan korupsi merupakan kejahatan luar bisa dan khusus.

Para tersangka dan terdakwa korupsi di Indonesia ini, sepertinya harus “berguru” pada Raja Amirullah agar aman dan tidak dijebloskan ke penjara, layak terdakwa korupsi lainnya selama menjalani proses hukum.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Kam 12 Feb 2015. Kategory Tanjungpinang, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek