; charset=UTF-8" /> Honorer Pemkab Bintan Terlibat Penggelapan 107 Unit Mobil - | ';

| | 2.284 kali dibaca

Honorer Pemkab Bintan Terlibat Penggelapan 107 Unit Mobil

Polda Kepri saat merilis sindikat penggelapan 107 unit mobil.

 

Batam, Radar Kepri-Seorang honorer Pemkab Bintan yang bekerja sebagai supir ambulance ditangkap Polda Kepri karena diduga sindikat penggelepan 107 unit mobil dengan aktor utama Ipda HA.

Hal ini terungkap dalam rilis yang diterima media ini dari humas Polda Kepri, Kombes Hary Goldenhart, Kamis (21/05) sore.

Diuraikan Humas Polda Kepri, tim gabungan Polda Kepri, Direktorat reserse umum, Direktorat Intelijen keamanan dan Bidang Profesi Pengamanan Polda Kepri berhasil mengamankan sebanyak 34 Unit Mobil hasil dari tindak pidana dugaaan Penggelapan yang dilakukan oleh oknum anggota Polri InisialHA bersama tiga orang pelaku lainnya inisial AR, SB dan SA.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. didampingi Dirreskrimum Polda Kepri, Kabid Propam Polda Kepri dan Wadirreskrimum Polda Kepri saat menggelar Konferensi Pers di Polda Kepri pada Rabu (20/5/20) mengungkapkan.”Berawal dari Laporan Polisi yang dibuat oleh Saudari Ling Mei selaku Direktur PT. Auto 3000 Batam pada tanggal 16 Mei 2020 di SPKT Polda Kepri terkait dengan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan oleh Oknum anggota Polri Inisial HA. Berdasarkan Laporan Polisi tersebut Bapak Kapolda Kepri langsung membentuk tim gabungan untuk melakukan tindakan kepolisian yaitu berupa penyelidikan dan penyidikan” tutur Kabid Humas Polda Kepri.

Dari hasil penyelidikan ditemukan modus operandi yang dilakukan adalah dengan menyewa atau merental mobil milik PT. Auto 3000 melalui perantara Inisial AR dan inisial SB yang kemudian mobil-mobil tersebut sebagian dijual dan sebagiannya di gadaikan ke pihak lainnya.

“Pada hari Sabtu (17/5/20) tim teknis gabungan Polda Kepri berhasil melakukan penangkapan terhadap Inisial AR dan SB di Kota Batam. Pada Minggu (18/5/20) tim kembali berhasil melakukan penangkapan terhadap Inisial HA di Kos-kosan nya di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dan untuk selanjutnya membawa inisial HA ke Polda Kepri untuk pengusutan Lebih Lanjut”. Jelas Kabid Humas Polda Kepri.

Sebanyak 107 unit Mobil telah dilaporkan oleh masyarakat sejak 15 Mei 2020 sampai dengan 19 Mei 2020 dan 32 unit mobil diantaranya telah berhasil diungkap oleh penyidik Ditreskrimum Polda Kepri selama kurun waktu 2×24 jam, terhadap sisa nya 75 unit mobil lainnya masih dalam tahap pengembangan dan pencarian.

Berikut data para tersangkan
1. HA, 38 tahun, laki-laki, anggota Polri, Bukit Tiban, Kota Batam.
2. AR, 41 tahun, laki-laki, Wiraswasta, Baloi Permata, Kota Batam.
3. SB, 41 tahun, laki-laki, Wiraswasta, Perumahan Tiban, Kota Batam.
4. SA, 25 tahun, laki-laki, Supir Ambulance/ Honorer Pemkab Bintan, Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.

“Barang Bukti yang diamankan adalah 32 unit Mobil berbagai jenis dan merk keluaran tahun 2016 keatas, 32 dokumen bukti perjanjian sewa menyewa mobil, 12 dokumen perjanjian sewa menyewa mobil, pakar nomor mobil palsu, kwitansi, uang tunai Rp. 18.000.000 diduga hasil penjualan mobil, KTP atas nama HA, KTA atas HA, kartu ATM, Stnk mobil Toyota Veloz, beberapa STNK dari kendaraan yang disita, buku tabungan, handphone merk Oppo, dan buku cek bank mandiri”. Jelas Kabid Humas Polda Kepri

“Pasal yang disangkakan adalah pasal 378 dan atau pasal 372 Jo pasal 64 KUHP dengan ancaman maksimal empat tahun penjara”. Tutup Kabid Humas Polda Kepri.(irfan)

Ditulis Oleh Pada Kam 21 Mei 2020. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Komentar Anda

Radar Kepri Indek