| | 907 kali dibaca

Hearing Komisi IV DPRD Batam dan Aliansi LSM Gagal Lagi

foto atifis Alinasin Lsm Batam, sewaktu setuasi Gaduh didalam Gedung DPRD Batam Paska haering gagal dilaksanakan-

Aktifis aliansi LSM Batam membuat gaduh didalam Gedung DPRD Batam pasca haering gagal dilaksanakan

Batam, Radar Kepri-Hearing kasus dugaan suap proyek alkes Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Patimah kota Batam yang sudah beberapa kali di agendakan oleh Kemisi IV DPRD kota Batam dengan aktifis aliansi LSM Batam, Jumat (08/03) sekitar jam 14 00 Wib kembali gagal.

Tentu saja ini membuat kekecewaan para aktifis yang tergabung di aliansi LSM Batam yang sudah lama mengingin haering rapat dengar pendapat tersebut.Hearing yang bertujuan memperjelas hitam-putihnya dugaan suap yang sempat menghebohkan kota Batam itu.

Publik Batam tentu tersentak mendengar informasi ini sebagai mana diketahui, petinggi yang disebut terlibat dalam kasus ini, Walikota Batam Ahmad Dahlan diduga menerima menerima  suap sebesar Rp 1,5 miliar. Wakilnya Rudi SE. sebesar Rp1 miliar, Ketua DPRD Batam disebut menerima Rp 1 miliar  dengan Wakilnya, ditambah Komisi IV Batam juga di-isukan terima dana suap sebesar Rp 600 juta. Dan Riski Faisal anggota DPRD Propinsi Kepri disebut menerima sebesar Rp1miliar.Tentu hal ini menjadi perhatian serius ditengah-tengah masyarakat Batam, mengingat yang disebut terlibat ini pejabat penguasa negrei dan petinggi-petinggi Batam. Kekecewaan yang dirasakan oleh aktifis LSM ini nyaris berujung baku hantam antara LSM dengan pegawai staf DPRD. Karena Lsm sudah mulai gerah dijanji-janjikan oleh komisi IV untuk haering rapat dengan pendapat. Janji ala anggota DPRD Batam ini selalu gagal.

Para atifis LSM meluaptkan kemarahannya dengan memukul meja ruangan rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Batam. Yang membuat para aktifis ini marah besar, undangan hearing tersebut, bukan anggenda pembahasan dugaan suap. Tetapi pembahasan angenda lain tentu saja ini membuat puluhan aktifis LSM itu merasa dikibuli. Dan minta rekan-rekannya keluar dari ruangan rapat tersebut. Diluar sidang para aktifis masih juga melampiaskan luapan emosinya dengan melanpar foto anggota DPRD komisi IV yang terpampang di dinding kantor dewan itu.

Kalau dicermat dari beberapa kali pertemuan yang sudah di agendakan oleh DPRD wakil Rakyat Batam tersebut dengan Aliasni LMS Batam ini selalu digagalkan tanpa alasan yang tak jelas. Tentu menguatkan kecurigaan kuat adanya permainan suap proyek alkes di RSUD Embung Fatimah, Batam yang bernilai Rp 55 miliar tersebut.

Dari Pihak komisi IV DPRD kota Batam, Riki Solihin sebagai kotua Komisi IV, dan anggota, Rusmini Simurangkir  serta Mawardi Harni dan dipihak Rumah sakit RSUD Embung  Fatimah Batam dr Fadillah Malarengang. Haering ini akan dilanjukan Senin (11/03) mendatang. Mungkinkah hearing akan gagal lagi ?. (taherman)

Ditulis Oleh Pada Sab 09 Mar 2013. Kategory Batam, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek