
Lingga, Radar Kepri – Upaya sejumlah pihak untuk melengserkan H. Armia dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, kini menjadi sorotan tajam.
Langkah politik tersebut dinilai masyarakat bak kisah Sengkuni dalam wiracarita Mahabharata.
Sorotan ini muncul karena oknum yang diduga berupaya menjatuhkan H. Armia justru dikabarkan merupakan orang dekat atau kerabatnya sendiri.
Kemiripan perilaku ini membuat publik mengaitkannya dengan karakter Sengkuni.
Sengkuni (atau Sangkuni) dikenal luas sebagai tokoh antagonis utama dalam wiracarita Mahabharata.
Sebagai paman dari para Kurawa, ia kerap digambarkan menggunakan intrik, hasutan, dan manipulasi demi memicu konflik serta kehancuran pihak lawan.
Simbol Pengkhianat: Sengkuni sering disamakan dengan sosok pengkhianat karena memanfaatkan kepercayaan pihak lain demi tujuan pribadi.
Ia digambarkan mampu menghancurkan sebuah tatanan dari dalam.
Karakter ini dikenal licik dan tidak segan menghalalkan segala cara demi mencapai ambisi kekuasaannya.
Perbandingan Historis: Dalam khazanah nusantara, kelicikan karakter Sengkuni sering disejajarkan dengan sosok Mahapati dari era Kerajaan Majapahit, yang juga dikenal sebagai tokoh yang menusuk dari belakang.
Dalam wiracarita aslinya, Sengkuni digambarkan memiliki dendam masa lalu yang mendalam dari Kerajaan Gandara, yang menjadi motor penggerak segala kelicikannya. Kisah ini akhirnya berakhir dengan kehancuran dirinya sendiri di tangan Bima pada hari terakhir perang Bharatayuda.
Analogi ini menjadi cerminan betapa intrik politik di tingkat daerah kini mulai dikaitkan dengan nilai-nilai moral dalam pewayangan, di mana pengkhianatan dan kelicikan menjadi sorotan utama masyarakat. (Aliasar)







