
Lingga, Radar Kepri – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Prov Kepri) H Armia diduga mendapatkan perlakuan istimewa dibandingkan pejabat lainnya di bawah kepemimpinan Bupati M. Nizar, S.Sos.
Indikasi ini muncul setelah mencuatnya kabar mengenai intensitas keberangkatan Sekda ke luar daerah dengan alasan berobat tanpa melalui prosedur pengambilan cuti resmi.
Hingga saat ini, belum ada tindakan tegas maupun sanksi yang dijatuhkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat.
Hal ini memicu polemik dan menjadi buah bibir, baik di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat luas di Kabupaten Lingga.
Ketimpangan Disiplin ASN
Kabar mengenai “hak istimewa” sang Sekda ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai penegakan disiplin pegawai. Beberapa sumber di lingkungan Pemkab Lingga menyebutkan bahwa jika ASN biasa melakukan hal serupa, mereka dipastikan akan langsung berhadapan dengan sanksi disiplin yang ketat.
”Kami melihat ada standar ganda dalam penerapan aturan. Seharusnya jabatan tinggi memberikan contoh, bukan malah menjadi pengecualian terhadap regulasi yang ada,” ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
BKPSDM Bungkam?
Hingga berita ini diturunkan, pihak BKPSDM Kabupaten Lingga belum memberikan keterangan resmi terkait status absensi Sekda tersebut.
Publik kini menanti transparansi dari pihak terkait, apakah perjalanan luar daerah untuk alasan medis tersebut memang memiliki dispensasi khusus atau merupakan bentuk pelanggaran administrasi yang dibiarkan.
Ketidakjelasan ini dikhawatirkan dapat merusak moral kerja para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap integritas kepemimpinan daerah.
Masyarakat berharap Bupati M. Nizar dapat bersikap tegas demi menjaga marwah birokrasi yang bersih dan berwibawa.
Terkait uraian diatas, Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kab Lingga Muktar Aidi dikonfirmasi redaksi radarkepri.com melalui pesan singkat WhatsApp nya Rabu (15/4/2026) belum merespon alias “bungkam”
Begitu juga dengan pihak terkait lainya, upaya konfirmasi terus dilakukan. (Aliasar)







