Lingga, Radar Kepri – Sejumlah pendamping koperasi yang tergabung dalam Business Assistant (BA) Merah Putih di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai dilanda kegelisahan.
Pasalnya, hingga hari ini, Kamis (16/4/2026), para pejuang ekonomi kerakyatan tersebut dilaporkan belum menerima hak gaji mereka.
Kondisi ini terjadi merata di seluruh wilayah Kabupaten Lingga. Provinsi Kepulauan Riau (Prov Kepri). Akibat keterlambatan pembayaran upah ini, aktivitas pendampingan di lapangan terancam lumpuh total.
Para pendamping mengaku kesulitan untuk turun ke desa-desa binaan karena kehabisan biaya operasional.
“Bagaimana kami mau bergerak kalau uang bensin saja tidak ada?
Ini bukan masalah bensin , para BA harus bergerak keliling pulau untuk memantau kopdes yang jaraknya antara pulau dan menyebrang laut. Kami punya tanggung jawab keluarga, tapi di sisi lain tugas negara juga menanti. Kalau begini terus, program bisa mandek,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Kesenjangan Antar Provinsi
Ironisnya, tersiar kabar bahwa pendamping koperasi di provinsi lain sudah menerima gaji tepat waktu.
Hal ini memicu tanda tanya besar di kalangan pendamping di Kepri mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada birokrasi penyaluran dana di tingkat provinsi maupun daerah.
Mandeknya operasional para pendamping ini mulai berdampak pada pelaku koperasi di semua kopdesa dan koperasi kelurahan yang ada di kepulauan riau.
Banyak pengurus koperasi yang merasa kehilangan arah karena tidak adanya asistensi rutin dalam penyusunan laporan keuangan dan pengembangan bisnis yang biasanya dipandu oleh para BA Merah Putih.
Tuntutan Transparansi
Para pendamping berharap Pemerintah Provinsi Kepri segera mengambil langkah konkret. Mereka menuntut adanya transparansi mengenai alokasi anggaran operasional dan kepastian tanggal pencairan agar semangat kerja di lapangan tidak semakin merosot.
“Kami hanya butuh kepastian. Jika provinsi lain bisa cair, seharusnya Kepri tidak ada alasan untuk menunda-nunda, apalagi ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” pungkas sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi radarkepri.com terus berupaya melakukan konfirmasi terkait lainya.(Aliasar)








